• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Perempuan Palestina Selalu Dorong Anak dan Suami untuk Syahid
Diposting Jum'at, 06-02-2009 | 07:54:58 WIB
 
        Nadia Musa Abu Marzooq
Duka Palestina rupanya mengajarkan para perempuannya tetap tegar. Kekuatan perempuan Palestina tidak perlu dipertanyakan lagi. Inilah kesaksian seorang perempuan Palestina.

"Kami terbiasa berada di bawah penindasan dan itu membuat harga diri kami semakin tinggi dan penindasan itu yang justru membuat kami terbiasa untuk menolong sesama," ungkap salah satu perempuan Palestina Nadia Musa Abu Marzooq saat memberikan kesaksian di depan puluhan orang yang hadir dalam acara 'Malam solidaritas untuk perempuan & anak Palestina', di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/2/2009) malam.

Nadia yang lahir dan menikah di Gaza mengaku, meski dirinya kini tinggal di Damaskus, Suriah, keinginannya untuk kembali ke Gaza tetap ada.

"5 Juta penduduk Palestina berada di luar Palestina dan Insyaallah akan kembali ke Palestina," ujar perempuan yang mengaku lahir dan besar di Gaza ini.

Istri pejabat Biro Politik Hamas ini berkisah, peran perempuan di Palestina sangatlah luar biasa. Bahkan menurutnya keberhasilan Hamas karena peran perempuan Palestina di belakangnya.

"Perempuan di Palestina berada di samping para pria dan mendampingi mereka di medan perang sambil tak lupa tetap mengurus anak," akunya.

Bahkan, menurut Nadia, perempuan Palestina selalu mencontohkan satu sosok perempuan fenomenal di Palestina. Sosok perempuan ini menjadi panutan mereka karena berhasil mendorong 6 anaknya untuk maju perang.

"Anaknya yang baru berumur 17 tahun bahkan telah membunuh sebanyak 19 orang Yahudi. Ibunya lalu berkata pada anaknya, 'Anakku, jangan pulang sebelum kudengar kalian mati syahid'," ucap Nadia menirukan ucapan perempuan tersebut yang langsung disambut seruan takbir dari para pengunjung.

Di akhir pengakuannya, Nadia mengucapkan terimakasih atas dukungan warga Indonesia yang telah banyak membantu warga Palestina terutama di Gaza. Nadia pun berpesan, "Orang menyangka perang telah berakhir, padahal itu tetap berlanjut. Jadi tetaplah turun ke jalan dan menyuarakan dorongan bagi Gaza dan bagi Palestina," pungkasnya[rox/dtk]


Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed