• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Opini » Special Feature » Detail
Moslem Youth Center: Sekarang Kami Adalah Bagian dari Al Qaidah
Diposting Senin, 13-02-2012 | 10:14:02 WIB

Moslem Youth Center (MYC) yang merupakan afiliasi Shabaab di Kenya yang menyatakan diri telah menjadi bagian dari Al Qaidah Afrika Timur. Pernyataan tersebut dikeluarkan sehari setelah adanya formalisasi atas hubungan jangka panjang antara Al Qaidah dengan Shabaab kemudian mengumumkan penggabungan mereka.

MYC merilis pernyataan tersebut di blog mereka, MYC: Jihad Merupakan Keyakinan Kami, dalam postingan mereka yang berjudul, "Selamat Datang di AQEA (Al Qaidah East Africa/Al Qaidah Afrika Timur)."

MYC juga memuji langkah Shabaab untuk bergabung secara resmi dengan Al Qaidah, dengan mengatakan, "Bagai melodi di telinga kami ketika mendengar Syeikh kami tercinta Ayman Al-Zawahiri (Semoga Allah senantiasa menjaganya) berbicara mengenai penyatuan besar antara dua organisasi."

"Penyatuan ini sudah dinanti sejak lama dan para anggota MYC sangat gembira menjadi bagian dari penyatuan besar yang bertujuan mengalahkan perang salib di Somalia dan Kenya," lanjut pernyataan tersebut.

MYC mengatakan bahwa nama resmi penggabungan antara Shabaab, MYC dan Al Qaidah adalah Al Qaidah East Africa (Al Qaidah Afrika Timur).

"Untuk beberapa waktu ke depan, sebagai bagian dari penggabungan baru di bawah bendera AQEA, Kami (MYC dan Al Shabaab) berharap bisa mencapai kemenangan besar dalam mempertahankan Agama dengan mengalahkan perang salib," dijelaskan dalam pernyataan MYC.

"Bukan hanya MYC yang berkomitmen dan berkorban dalam jihad di Somalia, namun sekarang ini terjadi penggabungan dengan mujahidin di seluruh dunia dengan saudara kami di Al Qaidah," jelas MYC. "Penggabungan ini sangat dipuji dan didukung, Kami MYC menjadi bagian dari AQEA."

Shabaab mulai memperluas operasinya ke wilayah luar Somalia, dan bekerja sama dengan para mujahid Kenya yang menjadi kelompok pendukung utama selama ini. Pada tanggal 10 Januari, Shabaab menunjuk Syeikh Ahmad Iman Ali sebagai "Supreme Amiir" atau pemimpin untuk cabang Kenya.

Pemakaian Nama: EAST AFRICA AL QAIDAH (EAAQ) ATAU AL QAIDAH in EAST AFRICA (AQEA)

Tidaklah mengejutkan jika MYC menyebut koalisi tersebut dengan nama "Al Qaidah East Africa" atau AQEA. Al Qaidah memang telah berada di Afrika Timur cukup lama dengan menggunakan bendera AQEA ini. Dan dalam opreasinya, para pejuang Al Qaidah Afrika Timur sudah begitu mahir ketika harus berjihad secara berdampingan maupun gabungan dengan organisasi-organisasi jihad lainnya. Setidaknya beberapa pemimpin senior Al Shabaab telah memperoleh pengalaman ganda sepanjang operasi AQEA.

Sebuah bocoran pada tanggal 22 Mei 2007 dari Tim Penilai Ancaman dari Pasukan Khusus Gabungan Guantanamo (JTF-GTMO/Joint Task Force Guantanamo) tentang Abdul Malik Bajabu, yang ditangkap oleh otoritas Kenya pada bulan Februari 2007 lalu ditahan di Guantanamo sejak Maret 2007, telah menjelaskan AQEA secara detail. Dalam sebuah pengamanan, Bajabu diduga "mengaku terlibat secara personal dalam penyerangan teroris di Kikambala Paradise Hotel pada tanggal 28 November 2002" di Mombasa, Kenya. Operasi tersebut dilaksanakan oleh pejuang AQEA.

Analis JTF-GTMO mengetahui bahwa Bajabu merupakan "anggota sah dari jaringan East Africa Al Qaidah (EAAQ), CIC-the Council of Islamic Courts dan Partai Islam Kenya (IPK-Islamic Party of Kenya)" dan juga "terkait dengan Al Ittihad Al Islami (AIAI)."

Tim JTF-GTMO menambahkan,"Target prioritas 1A didefinisikan sebagai kelompok teroris, negara yang medukung terorisme, atau negara yang memiliki organisasi yang terlibat terorisme dan membahayakan warga atau kepentingan AS."

Bajabu bekerja dekat dengan Fazul Mohammed, Saleh Ali Saleh Nabhan, Abu Talha al Sudani, Issa Osman Issa dan Bashir Mohamed Mahamoud -- semuanya merupakan pemimpin senior Al Shabaab sekaligus anggota AQEA -- menurut laporan intelijen JTF-GTMO.

Mereka tidak hanya bertanggung jawab dalam serangan teroris tahun 2002 di Mombasa Kenya, tetapi juga pada serangan Kedutaan Amerika di Kenya dan Tanzania tahun 1998. Pengeboman tahun 1998 merupakan serangan Al Qaidah yang paling dahsyat sebelum peristiwa 11 September 2011. Fazul, Nabhan dan Sudani semuanya telah tewas.

Mendiang Pemimpin Al Qaidah Usamah bin Ladin tetap mengendalikan atas jaringan EAAQ/AQEA, sebagaimana dikutip dalam laporan intelijen JTF-GTMO. Seorang pejuang EAAQ/AQEA menyatakan bahwa salah seorang istri Mohammed Fazul, Halima Fazul menjadi kurir dari UBL selama dia dalam perjalanan dari Pakistan ke Mogadishu pada akhir Desember 2006.

Halima mengatakan bahwa Usamah bin Ladin "marah terhadap EAAQ" dan "menginginkan mereka tetap fokus pada operasinya dan tidak bertikai dengan Islamic Courts Union atau melawan pejuang lokal Mogadishu." Tugas utama jaringan EAAQ/AQEA adalah melancarkan serangan teroris (kepada Amerika dan kaki tangannya)," jelas Syeikh Usamah.

Seorang analis JTF-GTMO juga menambahkan bahwa perintah dari Syeikh Usamah mengindikasikan adanya komunikasi dan komando secara tidak langsung terhadap Bajabu dan rekan seperjuangannya di EAAQ/AQEA."

Secara terpisah, para anggota Al Qaidah menuliskan surat kepada pemimpin Al Qaidah untuk memberitahukan kegagalan Abu Talhah sebagai pimpinan (di lapangan). Dalam memo JTF-GTMO juga menjelaskan: "EAAQ menerima balasan dari Syeikh Usamah yang akan mengirimkan pimpinan pengganti."

Dalam bocoran memo lainnya yang memuat laporan intelijen menunjukkan bahwa EAAQ/AQEA tetap melanjutkan laporan kepada para pemimpin senior Al Qaidah di Pakistan.

Abu Talha Al Sudani terbunuh pada tahun 2007. Dalam sebuah video bulan September 2008, Saleh Ali Saleh Nabhan mencapai puncak pimpinan Al Qaidah untuk menjembatani penggabungan Al Shabaab dengan Al Qaidah. Nabhan yang telah berbai'at kepada Syeikh Usamah termasuk anggota senior dalam jaringan EAAQ/AQEA. Nabhan terbunuh dalam serangan khusus AS di Somalia pada 14 September 2009.


Beberapa bulan setelah wafatnya Nabhan, pada bulan November 2009, Syeikh Usamah mengangkat Mohammed Fazul sebagai pemimpin EAAQ. Mukhtar Abu al Zubayr (dengan nama lain Ahmed Abdi Aw Mohamed or Godane), pemimpin Al Shabaab, turut menghadiri pembaiatan Fazul sebagai pemimpin EAAQ. Pada saat yang sama Fazul juga sebagai salah seorang pemimpin senior Al Shabaab. Fazul juga akhirnya terbunuh pada bulan Juni 2011.

Dan sekarang, beberapa bulan setelah wafatnya Fazul, MYC memberitahukan bahwa mereka akan berperang di bawah bendera AQEA (AL Qaidah East Africa), nama yang sama digunakan oleh organisasi Al Qaidah Afrika Timur, yang tetap melakukan report kepada para pemimpin senior Al Qaidah.

Beberapa analis memperkirakan bahwa Al Qaidah akan melemah dan kehilangan dukungan dari beberapa afiliasinya setelah wafatnya Usamah bin Ladin, sebab Zawahiri dianggap tidak populer di kalangan jihad. Tetapi bagaimanapun, seluruh afiliasi Al Qaidah, termasuk Al Qaidah di Irak, Shabaab, Al Qaidah di Maroko, Al Qaidah di Teluk (AQAP-Al Qaidah in the Arabian Peninsula), telah bersumpah setia kepada Zawahiri. Dan cabang baru yang terbentuk di Sinai, Mesir yaitu Ansar Al Jihad juga telah bersumpah setia kepada Zawahiri dan Al Qaidah.

Selain itu juga tidak ada laporan yang menunjukkan adanya ketidaksepakatan diantara para pemimpin pejuang jihad terhadap suksesi Zawahiri dari Usamah bin Ladin sebagai pemimpin.




Tweet

Top View

  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Ulil Ngeyel Mirip Bani Israel, Kata Sekjen MIUMI
  • Diskusi Irshad Manji Di Malaysia Dibatalkan
  • Kronologi Penangkapan Dian, Warga Solo yang ...
  • Densus 88 Menangkap 2 Warga Solo Setelah Shalat ...
  • Malam Ini, Dialog Pegiat #IndonesiaTanpaJIL vs JIL ...
  • Inilah Alasan Polda Metro Jaya Menolak Konser Lady ...
  • Selama Lima Hari Teguh Wiyono Dilakban Matanya ...
  • Pemuda Muslim Jerman Tergerak Aksi Bela Nabi ...

Latest Post

  • SHIDQ
  • Al Qaidah Klaim Serangan Bom yang Tewaskan 100 ...
  • Pesepakbola Robin Van Persie: Saya Bukan Seorang ...
  • Ibunda Hidayat Nur Wahid Menutup Usia
  • Obama: Hari Depan Makin Keras di Afghanistan
  • [Video] Kata Prof Yunahar Ilyas Soal Islam Liberal
  • Pakistan Larang Twitter Terkait Lomba Karikatur ...
  • Pakistan Blokir Twitter Karena Lomba Foto Nabi
  • Pakistan Ijinkan Lagi Suplai Pasukan NATO
  • Prancis Tarik Pasukan di Afghanistan Akhir Tahun ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed