Opini

Karomah Dalam Pandangan Syar’i
Diposting pada Senin, 17-11-2008 | 12:51:27 WIB

Berbagai hal aneh yang terjadi bersamaan dengan meninggalnya tiga mujahid Imam Samudra, Amrozi dan Ali Ghufron membuat berbagai kalangan mempertanyakan tentang eksistensi kebenaran karomah menurut pandangan Islam.   Di antara prinsip keyakinan Ahlus Sunnah wal jamaah adalah mempercayai adanya karomah para wali Alloh Swt.yang dijadikan oleh Alloh Swt. pada  mereka, berupa “hal-hal luar biasa dari berbagai macam pengetahuan dan kejadian juga berbagai kemampuan dan pengaruh”, seperti yang dikisahkan tentang umat-umat terdahulu dalam surat Al Kahfi dan yang lainnya. Juga yang terjadi pada generasi pertama umat ini dari kalangan sahabat, tabi’in dan pada seluruh generasi umat Islam. karomah akan terus terjadi pada umat ini sampai hari qiyamat.

Read More
Pernikahan Ulfa: Nikah Dituding Kriminal, Perzinahan Dibiarkan
Diposting pada Ahad, 16-11-2008 | 10:07:24 WIB

Pernikahan Lutfiana Ulfa dan Pujiono Cahyo Widianto atau yang akrab dipanggil Syekh Puji menjadi pembicaraan hangat beberapa waktu terakhir ini. Bahkan beberapa pihak berupaya untuk mengkriminalkan kasus ini. Seperti sejumlah perwakilan LSM atas nama Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Jawa Tengah, Jumat, mendesak proses hukum atas Syekh Puji dilanjutkan. Sementara itu, Ulfa pun dipisahkan dari Syekh Puji yang telah menikahinya, padahal Ulfa mengaku nggak ingin bercerai.

Read More
Amrozi Cs Tidak Mati
Diposting pada Ahad, 16-11-2008 | 07:24:52 WIB

Amrozi tersenyum.. Amrozi tidak mati ..Amrozi tidak mati .. Amrozi Syahid...Amrozi Syahiiiid..... teriak Ust. Ja'far ( saudara Amrozi ), kemudian disambut dengan teriakan takbir ribuan masa di luar rumah keluarga syuhada Amrozi yang sejak pagi menunggu jenazah para syuhada.Alloh swt. berfirman :"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (QS Ali Imran, 3: 169)

Read More
Dialog Antar Keyakinan Kembali Digelar, Awas Berbahaya!
Diposting pada Kamis, 06-11-2008 | 18:57:51 WIB

Baru-baru ini isu dialog antar agama kembali mencuat. Bahkan sebelumnya, dialog antar keyakinan (interfaith dialogue) ini terus digencarkan. Indonesia merupakan salah satu target mencuatnya isu yang satu ini. Pangeran Charless saat berkunjung ke Indonesia pun menggugah masyarakat Indonesia agar peduli salah satunya dalam dialog-dialog antar keyakinan. Di Vatikan, dialog Islam-Katolik pertama dalam sejarah juga berlangsung dari tanggal 4 - 6 November 2008. Dialog  ini diikuti 25 tokoh dari kedua agama, termasuk Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin dari Indonesia.

Read More
Partai Nasionalis Tegas Tolak Syariah, Partai Islam Malu-malu Suarakan Syariah
Diposting pada Rabu, 05-11-2008 | 07:09:02 WIB

DPR akhirnya mengesahkan RUU Pornografi setelah mengalami penundaan yang sangat lama. Hampir semua fraksi setuju dengan Rancangan UU ini, kecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Kedua partai ini memilih walkout dalam sidang paripurna. Memang kedua partai ini sudah sejak awal menentang UU yang diharapkan bisa menghapuskan pornografi.

Read More
Sumpah Pemuda: Dapatkah Mempersatukan Ummat?
Diposting pada Selasa, 28-10-2008 | 13:02:37 WIB

Di bulan Oktober ini terdapat peristiwa yang dianggap penting di negeri ini. Sumpa Pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 2008 disebut-sebut sebagai tonggak pemersatu bagi putra putri di negeri ini. Benarkah Sumpat Pemuda tersebut dapat mempersatukan umat ini atau malah sebalikanya? Tulisan berikut akan menjawab bagaimana pandangan Islam menyikapi hal tersebut. Selamat membaca!

Read More
Bahaya Riba Lebih Dahsyat Daripada Zina
Diposting pada Sabtu, 25-10-2008 | 10:29:10 WIB

Bahaya yang diakibatkan riba jauh lebih dahsyat ketimbang bahaya akibat zina. Contohnya, hanya dalam hitungan minggu 600 juta orang diseluruh dunia langsung terkena dampak krisis keuangan global yang dipicu praktik ekonomi ribawi.

Read More
Saatnya Meninggalkan Ekonomi Neo Liberalisme
Diposting pada Selasa, 14-10-2008 | 13:31:42 WIB

Krisis keuangan global membuktikan kegagalan kebijakan neo liberalisme dengan mekanisme pasarnya dan menjadi pelajaran sangat berharga. Krisis keuangan global ini menjadi kenyataan yang tidak menyenangkan bagi kalangan ekonom yang tergabung dalam "Mafia Berkeley" yang terlalu berporos pada Washington Consensus. Krisis keuangan yang terjadi saat ini di Amerika Serikat (AS) bukti kegagalan model ekonomi neo liberalisme yang justru menghancurkan sistem keuangan global.

Read More
Benarkah Krisis dan “Bubble” Ekonomi Bukan Bukti Kerusakan Kapitalisme?
Diposting pada Sabtu, 11-10-2008 | 22:12:21 WIB

 Oleh : M. Sholahuddin, SE, M.Si *Terkait dengan krisis financial di AS yang ditandai dengan kebangkrutan beberapa perusahaan yang bermain di bursa saham, salah satu topik berita visual yang tersaji di CNN adalah “Bubble Watch is needed” (Bubblewatch ). Judul ini memberikan beberapa interpretasi. Pertama, judul itu menyiratkan bahwa bubble dalam ekonomi khususnya yang terjadi di industri keuangan menjadi sebuah kelumrahan sistem. Kedua, diperlukan infrastruktur atau instrumen kebijakan ekonomi yang sifatnya permanen untuk mengidentifikasi kemunculan bubble dan melakukan treatments terhadap kondisi bubble. Akhirnya bubble dianggap tak beda dengan inflasi, sekedar fenomena wajar atau bahkan keniscayaan dalam ekonomi, meskipun implikasi negatif dari bubble berpuluh atau beratus kali lipat bagi perekonomian. Apakah benar demikian ?

Read More
Prinsip dan Akar masalah Krisis Ekonomi Kapitalis
Diposting pada Jum'at, 10-10-2008 | 20:51:12 WIB

Sebenarnya, siapa saja yang meneliti realitas sistem ekonomi Kapitalis saat ini, akan melihatnya tengah berada di tepi jurang yang dalam, jika belum terperosok di dalamnya. Semua rencana penyelematan yang mereka buat tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaannya, kecuali hanya menjadi obat bius yang meringankan rasa sakit untuk sementara waktu. Itu karena sebab-sebab kehancurannya membutuhkan penyelesaian hingga ke akarnya, bukan hanya menambal dahan-dahannya.

Read More