• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Opini » Opini » Detail
Saya, Seorang Kristiani yang Mendukung FPI
Diposting Minggu, 19-02-2012 | 20:12:03 WIB

Siapa tak yang tak mengenal FPI? Tiga huruf itu adalah singkatan dari Front Pembela Islam. Ormas Islam yang sering dikait-kaitkan dengan ‘tradisi’ kekerasan. Pada dasarnya prinsip utama FPI adalah menegakkan Amar Maruf Nahi Mungkar [mengajak kebaikan dan memerangi kejahatan] tapi apa boleh buat, media sudah ‘berhasil’ mengekspos FPi dengan ‘budaya’ kekerasannya dan (kebanyakan) orang Indonesia sudah memberi nilai buruk terhadap FPI. Saya sebagai seorang Kristiani (penganut Katholik) sedikit miris ketika media memberitakan kekerasan-kekerasan yang dilakukan FPI. Dan saya pun sempat merasa tidak suka dengan keberadaan FPI di Indonesia. Mulai dari tragedi Monas, penutupan bar, demo anti miras, dll. Saya merasa bosan dengan kekerasan-kekerasan yang dilakukan FPI. Dan masyarakat pun seakan juga tak setuju jika FPI memakai ‘embel-embel’ Islam. Karena menurut mereka, Islam itu damai, mencintai perbedaan dan bukan kekerasan.

Seiring berjalannya waktu, tak terdengar berita tentang FPI. Tiba-tiba Indonesia dikejutkan dengan berita ‘Penolakan FPI di Palangkaraya’. Sejenak saya tercengang. Seketika itu pula saya mulai penasaran dengan FPI. Mengapa FPI sampai ditolak di Palangkaraya?. Saya mencari info-info.

Hingga saya mulai merenung, mengapa masyarakat tidak berpikir ‘apa yang melatarbelakangi FPI untuk melakukan kekerasan’. Sejak itu saya menyimpulkan, bahwa pasti ada sebab yang membuat FPI beraksi. Contohnya, saat FPI melabrak belasan anggota PDIP bertemu dengan mantan anggota PKI di Blitar. Menurut saya, FPI telah berusaha menghilangkan keberadaan PKI sampai pada akar-akarnya. Dan itu saya setuju. Walaupun hanya bertemu ‘mantan’ anggota PKI, jika pertemuan itu terjadi berkala bisa memungkinkan PKI tumbuh kembali di Indonesia. Kemudian soal Demo Miras, itupun saya juga setuju. Pemerintah macam apa yang berani mencabut UU larangan Miras? itupun FPI masih disalahkan. Padahal jika langkah yang digagas pemerintah untuk mencabut UU larangan miras, mau jadi apa negeri ini? jadi negeri yang menghalalkan miras?. Itu saja dua contoh yang ‘me-miris-kan’. Tidakkah media memberitakan ketika anggota FPI membantu mengevakuasi 70.000 korban tsunami Aceh? Tidakkah media memberitakan ketika FPI mendirikan posko bencana gunung Merapi?, sungguh aneh.

Dan pencarian info tentang FPI terus saya lanjutkan. Saya singgah di sebuah forum di internet yang notabene menghujat dan menolak FPI. Tapi ada satu komentar yang menarik menurut saya untuk dibagikan kepada member Kompasiana. User itu bernama adiet87smg, dia menulis:

“hidup d jman skrg emang aneh. kbodohan udh ada dmana2, orang mau berbuat baek aja susah. jadi inget tuh pas jamanx nabi. nabi aja pas dakwah n ngajak manusia kpd kebaikan, mlh beliau dilempar pke kotoran. gile bgt kand? sama kyak skrg, ngajak orng brbuat baik eh malah dimusuhin, dikutuk, n disuruh bubar. bner2 jman edan kali yak!”

Saya jadi teringat ketika ada demo penolakan FPI di bundaran HI. Kebanyakan dari peserta demo adalah kamum gay, lesbian, tuna susila, dan semacamnya. Wajar jika mereka menolak FPI, karena memang status mereka bertentangan dengan agama. Dan kagetnya lagi, saya mendapat info bahwa penggerak demo Penolakan FPI adalah Ulil Abshar Abdalla, fungsionaris partai Demokrat yang sedang terjerat kasus korupsi dan disebut-sebut juga sebagai anggota JIL [Jaringan Islam liberal]. Wow. Pantas saja Ulil Abshar Abdalla menggerakkan massa untuk menolak keberadaan FPI, karena FPI telah mencatut namanya sebagai salah satu oknum yang bersembunyi di Partai yang kebanyakan anggotanya sedang terjerat kasus korupsi. Tentang berita penolakan FPI di Palangkaraya, itu juga disebut-sebut sebagai upaya Ulil Abshar Abdalla untuk ‘memusnahkan’ FPI dari dunia ini. Padahal warga Dayak sendiri yang meminta FPI berdiri di Kalteng

Saya sebagai penganut Katholik, mendukung upaya FPI untuk memerangi kejahatan. Tetapi mungkin lebih indah jika diiringi dengan tindakan yang damai, tidak mudah tersulut emosinya dan kemudian mengadakan aksi-aksi yang dianggap meresahkan.

Tuhan selalu memberkati orang-orang yang memerangi kejahatan.

(dikutip dari tulisan Lia Christine di Kompasiana)




Tweet

Comment

fatra on 2012-02-20 11:50:41
orang yang ingin membubarkan FPI sebenarnya orang yg ingin menghancurkan islam........... salut buat lia christine
Alexander Idrus Zulkarnain on 2012-02-20 17:49:33
Dear Lia Christine, Saya suka komentar anda, dan telah membacanya berulang-ulang kali. Kesan saya anda telah berpihak kepada Islam, yang jauh lebih banyak dan jauh lebih sering merasakan dera fitnah oleh kaum sekuler, sehingga membuat banyak orang menutup "mata kepala & pikiran"nya terhadap Islam, kecuali anda sekali ini. FPI hanyalah satu dari buah ranum pohon Islam, untuk memerangi ke-maksiatan, kedurjanaan, kedurhakaan dan kebodohan Ummat umumnya. Komentar anda amat jeli, jitu dan mutu, pertanda kecerdasan intelek. Saya ingin menambahkan yaitu: perihal "Daya Rusak dan "Hasil Rusak" dari perbuatan FPI + Terorist. (begitu tudingannya) Coba, silakan bandingkan dengan dengan "Daya Rusak" dan "Hasil Rusak" dari perbuatan Amerika Yahudi + sekutu2nya di muka bumi. Siapa yang mampu meng-estimasi berapa Trilyun Dolar kerugian lingkungan hidup Bumi, Manusia dan segala gedung-gedung, Masjid dan Gereja, rumah2 penduduk yang di-bombardir gila-gilaan di negeri-negeri yang sebelumnya aman dan nyaman seperti di Vietnam, Afganistan, Pakistan, Irak, Lybia, Syria dan lain2 menyusul. Orang sering melupakan hal ini, padahal dari merekalah lahir azas Demokrasi Dan Hak Azazi Manusia yang wajib diterima oleh segala bangsa di Bumi. Yang bila ditolak, akan mereka perangi. Mereka kaum Pemaksa kehendaknya, tidak mungkin mampu berdemokrasi.! Justru merekalah pelanggar terdepan terhadap demokrasi yang mereka ciptakan sendiri, yang paling menyolok bahkan pelanggaran terhadap hak-hak azazi manusia seantero Bumi. Banyak manusia berdiam diri terhadap hal ini padahal itulah dosa raksasa yang tak terampunkan oleh Tuhan Pencipta Langit & Bumi.! Para Aparat dan Media kertas dan kaca "kaffaaraat", ternyata juga "buta mata kepala" dan juga "buta mata hati"terhadap realita dan hakikat ini. Hanya "Mata Kaki" mereka yang melihat. Oleh karena itu, adalah mission impossible bagi mereka untuk mampu berpikir adil, seperti yang telah anda lakukan sekarang ini. Mereka bertindak bukan dengan "akal"nya tapi dengan "perut"nya, Hampir tidak beda dengan "Ular" yang bergerak, bertindak mencari "makan" dengan perutnya. Tuhan Maha Pencipta pasti murka besar terhadap mereka. Bagaimana mungkin bisa mengabaikan akal sehat??? (Yunus 100.) Anda sangat adil dalam melihat. Dalam Islam, adil itu hanya selangkah lagi menuju Taqwa. Taqwa itu Tingkat Keimanan Tertinggi seorang hamba kepada sang Pencipta. Inilah landasan besar dan mendasar Islam. Itulah sebabnya saya katakan diatas, bahwa anda sesungguhnya telah berpihak kepada Islam. Sekiranya anda seorang Paus di Vatikan, pastilah kemelut Dunia akan berkurang secara drastis dan dramatis. Dunia memang seharusnya di komando oleh orang-orang yang "adil". Akhirnya, saya, dengan segala kekaguman, berharap kiranya Sang Pencipta sudi menggiring anda ke jalan yang lurus, sambil menghalau setan-setan dari segala sisi kehidupan anda. Sekiranya anda berkenan berkomunikasi,- saya, dengan segala senang hati melayani. Sincerely Alexander Idrus Zulkarnain zulzilu.zilzala@gmail.com
Joni on 2012-03-08 20:10:17
Artikel menarik. Komentar pun menarik. Semoga semakin banyak orang yang 'melek' di tengah berita media yang mayoritas bias. Amin
Name:
Email: (optional)
Website: (optional)
Comment:
  

Top View

  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Ulil Ngeyel Mirip Bani Israel, Kata Sekjen MIUMI
  • Diskusi Irshad Manji Di Malaysia Dibatalkan
  • Kronologi Penangkapan Dian, Warga Solo yang ...
  • Densus 88 Menangkap 2 Warga Solo Setelah Shalat ...
  • Malam Ini, Dialog Pegiat #IndonesiaTanpaJIL vs JIL ...
  • Inilah Alasan Polda Metro Jaya Menolak Konser Lady ...
  • Selama Lima Hari Teguh Wiyono Dilakban Matanya ...
  • Pemuda Muslim Jerman Tergerak Aksi Bela Nabi ...

Latest Post

  • SHIDQ
  • Al Qaidah Klaim Serangan Bom yang Tewaskan 100 ...
  • Pesepakbola Robin Van Persie: Saya Bukan Seorang ...
  • Ibunda Hidayat Nur Wahid Menutup Usia
  • Obama: Hari Depan Makin Keras di Afghanistan
  • [Video] Kata Prof Yunahar Ilyas Soal Islam Liberal
  • Pakistan Larang Twitter Terkait Lomba Karikatur ...
  • Pakistan Blokir Twitter Karena Lomba Foto Nabi
  • Pakistan Ijinkan Lagi Suplai Pasukan NATO
  • Prancis Tarik Pasukan di Afghanistan Akhir Tahun ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed