Diposting Rabu, 05-11-2008 | 07:09:02 WIB
DPR akhirnya mengesahkan RUU Pornografi setelah mengalami penundaan yang sangat lama. Hampir semua fraksi setuju dengan Rancangan UU ini, kecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Kedua partai ini memilih walkout dalam sidang paripurna. Memang kedua partai ini sudah sejak awal menentang UU yang diharapkan bisa menghapuskan pornografi.
Diposting Selasa, 28-10-2008 | 13:02:37 WIB
Di bulan Oktober ini terdapat peristiwa yang dianggap penting di negeri ini. Sumpa Pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 2008 disebut-sebut sebagai tonggak pemersatu bagi putra putri di negeri ini. Benarkah Sumpat Pemuda tersebut dapat mempersatukan umat ini atau malah sebalikanya? Tulisan berikut akan menjawab bagaimana pandangan Islam menyikapi hal tersebut. Selamat membaca!
Diposting Sabtu, 25-10-2008 | 10:29:10 WIB
Bahaya yang diakibatkan riba jauh lebih dahsyat ketimbang bahaya akibat zina. Contohnya, hanya dalam hitungan minggu 600 juta orang diseluruh dunia langsung terkena dampak krisis keuangan global yang dipicu praktik ekonomi ribawi.
Diposting Selasa, 14-10-2008 | 13:31:42 WIB
Krisis keuangan global membuktikan kegagalan kebijakan neo liberalisme dengan mekanisme pasarnya dan menjadi pelajaran sangat berharga. Krisis keuangan global ini menjadi kenyataan yang tidak menyenangkan bagi kalangan ekonom yang tergabung dalam "Mafia Berkeley" yang terlalu berporos pada Washington Consensus. Krisis keuangan yang terjadi saat ini di Amerika Serikat (AS) bukti kegagalan model ekonomi neo liberalisme yang justru menghancurkan sistem keuangan global.
Diposting Sabtu, 11-10-2008 | 22:12:21 WIB
Oleh : M. Sholahuddin, SE, M.Si *Terkait dengan krisis financial di AS yang ditandai dengan kebangkrutan beberapa perusahaan yang bermain di bursa saham, salah satu topik berita visual yang tersaji di CNN adalah “Bubble Watch is needed” (Bubblewatch ). Judul ini memberikan beberapa interpretasi. Pertama, judul itu menyiratkan bahwa bubble dalam ekonomi khususnya yang terjadi di industri keuangan menjadi sebuah kelumrahan sistem. Kedua, diperlukan infrastruktur atau instrumen kebijakan ekonomi yang sifatnya permanen untuk mengidentifikasi kemunculan bubble dan melakukan treatments terhadap kondisi bubble. Akhirnya bubble dianggap tak beda dengan inflasi, sekedar fenomena wajar atau bahkan keniscayaan dalam ekonomi, meskipun implikasi negatif dari bubble berpuluh atau beratus kali lipat bagi perekonomian. Apakah benar demikian ?
Diposting Jum'at, 10-10-2008 | 20:51:12 WIB
Sebenarnya, siapa saja yang meneliti realitas sistem ekonomi Kapitalis saat ini, akan melihatnya tengah berada di tepi jurang yang dalam, jika belum terperosok di dalamnya. Semua rencana penyelematan yang mereka buat tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaannya, kecuali hanya menjadi obat bius yang meringankan rasa sakit untuk sementara waktu. Itu karena sebab-sebab kehancurannya membutuhkan penyelesaian hingga ke akarnya, bukan hanya menambal dahan-dahannya.
Diposting Kamis, 09-10-2008 | 21:05:42 WIB
Adapun hukum syara’ untuk fakta pasar modal adalah sebagai berikut : Sistem perseroan terbatas telah memberikan sifat unik kepada perusahaan, yaitu tanggung jawab terbatas, sehingga sistem ini dapat melindungi para pemilik modal dan pengelola perusahaan dari para kreditor dan pemilik hak lainnya dalam kegiatan perusahaan, jika bisnis perusahaan gagal dan merugi. Para pemilik hak tak dapat menuntut para pesero perusahaan sedikit pun, berapa pun modal yang telah mereka setorkan. Para pemilik hak hanya mendapatkan aset perusahaan yang tersisa.
Diposting Kamis, 09-10-2008 | 21:04:11 WIB
Pasar-pasar modal di Barat tak akan benar-benar eksis, hidup, dan berkembang, kecuali dengan adanya tiga sistem pokok dalam sistem perekonomian kapitalis : 1. Sistem Perseroan Terbatas. 2. Sistem Perbankan Ribawi. 3. Sistem Uang Kertas Inkonvertibel (flat money). Ketiga sistem tersebut bekerja secara sinergis untuk membagi perekonomian kapitalis menjadi dua sektor, yaitu : (1) sektor riil, yang di dalamnya terdapat aspek produksi serta pemasaran barang dan jasa riil, (2) sektor ekonomi modal/kapi- tal, yang oleh sementara orang disebut sektor non-riil.
Diposting Kamis, 09-10-2008 | 21:02:01 WIB
Pada minggu terakhir Oktober 1997 lalu, harga-harga saham di pasar-pasar modal (bursa efek) utama telah jatuh secara drastis. Fenomena ini bermula dari Hongkong, lalu merembet ke Jepang, terus ke Eropa, dan akhirnya sampai ke Amerika. Anjloknya harga saham tersebut terjadi secara ber- turutan dari satu negeri ke negeri lain, mengikuti letak terbitnya matahari di masing-masing negeri tersebut.
Diposting Sabtu, 20-09-2008 | 08:24:43 WIB
Bursa-bursa utama dunia mengalami mengalami goncangan dan kejatuhan harga saham mereka setelah Bank Lehman Brothers pada hari Rabu 14 September 2008 resmi mengumumkan kebangkrutannya, dan mengajukan permohonan proteksi UU kebangkrutan USA pasal 11, yang memungkin perusahaan itu melakukan reorganisasi dan menyusun rencana untuk membayar kreditur dalam jangka waktu tertentu.
