• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Opini » Special Feature » Detail
Wawancara MuslimDaily dengan Jusman Dalle Terkait Plagiarisme Ketua Fraksi PKB
Diposting Sabtu, 14-01-2012 | 07:30:48 WIB

Kasus plagiarisme kembali ramai diperbincangkan media, terutama di media jejaring sosial Twitter. Kali ini tudingan plagiarisme ditujukan kepada Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Ja'far. Sebuah akun Twitter bernama @jusdalle menulis bahwa tulisannya di dua media online diambil sebagian besar oleh Marwan dalam tulisan pendapat Koran Tempo, Jumat 13 Januari 2012. (baca Tulis Artikel di Tempo, Marwan Fajar Dituding Plagiat).

Pemilik akun @jusdalle sendiri mempunyai nama asli Jusman Dalle, seorang aktifis mahasiswa yang beberapa hari kemarin juga mengirim artikelnya ke MuslimDaily.

Karena sedang ramai diperbincangkan di jagat maya, maka redaksi MuslimDaily melakukan wawancara dengan Jusman Dalle terkait kasus plagiarisme yang diduga dilakukan oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Inilah wawancara kami:

  • MD        : Assalamualaykum mas Jusman, wah mas Jusman lagi jadi bahan pembicaraan di jagat Twitter nih, terkait artikel yang dijiplak. Boleh tanya-tanya sedikit ya mas?

    • Jusman : Waaaikumsalam Warahmatullah.
      Hehehe... silahkan. Boleh.

  • MD        : Sebelum bertanya lebih jauh biar pembaca lebih mengenal mas Jusman ini, kegiatannya selama ini apa saja sih?

    • Jusman  : Kegiatan selama ini, saya menekuni dunia bisnis, untuk organisasi saya bergabung di HIPMI Perguruan Tinggi dan aktif di juga Pengurus Pusat KAMMI. Selain itu, saya juga menulis opini dan essay di media massa online dan koran serta sesekali menjadi citizen reporter.

  • MD         : Domisili sekarang dimana mas?

    • Jusman   : Saat ini, saya di Makassar

  • MD         : Bisa diceritakan sedikit bagaimana mas Jusman bisa mengetahui bahwa artikel mas Jusman dijiplak oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Ja'far ?

    • Jusman   : Jadi setiap pagi saya rutin membaca koran. Termasuk koran Tempo versi digital. Nah, saat saya buka halaman OPINI atau PENDAPAT, saya tertarik membaca artikel berjudul "Pengelolaan Energi Libya Pasca-Qadaffi". Ketika saya membaca paragraf pertama, lho kok kalimat pertamanya persis dengan apa yang pernah saya tulis. Saya faham dan hafal betul diksi yang saya gunakan dalam setiap tulisan. Awalnya saya fikir mungkin TEMPO salah tulis pada keterangan Penulis yang tercantum "Marwan Ja'far Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Dewan Perwakilan Rakyat RI" Tapi seingat saya, saya tidak pernah mengirim tulisan tentang Libya ke Koran Tempo. Setelah saya selidiki lebih jauh akhirnya saya berkesimpulan tulisan saya DIPLAGIAT. Dan saya sangat sangat kecewa.

  • MD         : Itu tulisan mas Jusman tahun kapan, diterbitkan oleh media mana dan dengan judul apa mas?

    • Jusman   :Tulisan saya diterbitkan 25 Oktober tahun 2011 di kolom OPINI okezone.com dengan judul Quo Vadis Libya.

  • MD         : Terkait kasus ini, langkah-langkah apa yang akan ditempuh oleh mas Jusman ?

    • Jusman   : Bagi saya dan teman-teman di KAMMI, kami menganggap kasus plagiat oleh oknum tokoh politik yang juga pimpinan DPR ini, sangat menodai kultur intelektual dan harus dihentikan. Oleh karenanya, sebagai bentuk keprihatinan kita akan malaporkan perihal ini ke Badan Kehormatan DPR. Untuk langkah lain sedang kita pertimbangkan.

  • MD         : Bagaimana pendapat anda tentang Jaringan Islam Liberal, salah satu dedengkot mereka dr. Ryu Hasan beberapa waktu lalu juga tersandung kasus menjiplak tulisan dari peneliti luar negeri?

    • Jusman   : Kalau soal itu, di luar domain saya. tapi intinya, siapapun dia, ketika melakukan penjiplakan atau plagiasi maka harus diproses. tujuan paling subtantif, kita ingin membangun kesadaran perlunya kejujuran dalam dunia keilmuan. Buat apa "kelihatan" cerdas, titel berderet dan banyak menerbitkan buku jika itu ternyata hasil jiplakan.

    • Bangsa ini tidak akan maju, jika dunia keilmuan, dunia intelektual tidak lagi dipandang sakral. Bangsa-bangsa yang maju itu kan mereka yang menghargai ilmu pengetahuan.

  • MD         : Ada saran untuk kawan-kawan penulis agar lebih kreatif dan tentu saja bertanggung jawab secara intelektual?

    • Jusman   : Untuk kreatifitas, bisa diasah dengan banyak berfikir. Seperti perintah Allah di dalam Al Qur'an yang seolah menghendaki agar berfikir dijadikan tradisi. Kreatifitas itu lahir dari perenungan-perenungan, dari proses berfikir. Pada titik inilah kreatifitas itu tak ternilai, karena hasil pemikiran dan perenungan setiap orang pasti berbeda. Jadi harus kita hargai sebagai kayra intelektual

  • MD         : Terima kasih mas Jusman untuk waktu yang diberikan,sukses selalu dan terus berkarya. Ditunggu tulisan-tulisan bernasnya untuk para pembaca MuslimDaily.Net. Assalamualaykum

    • Jusman   : Iya, sama-sama. Insya Allah semoga dimudahkan untuk terus berkarya. Waalaikumsalam Warahmatullah




Tweet

Top View

  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Ulil Ngeyel Mirip Bani Israel, Kata Sekjen MIUMI
  • Diskusi Irshad Manji Di Malaysia Dibatalkan
  • Kronologi Penangkapan Dian, Warga Solo yang ...
  • Densus 88 Menangkap 2 Warga Solo Setelah Shalat ...
  • Malam Ini, Dialog Pegiat #IndonesiaTanpaJIL vs JIL ...
  • Inilah Alasan Polda Metro Jaya Menolak Konser Lady ...
  • Selama Lima Hari Teguh Wiyono Dilakban Matanya ...
  • Pemuda Muslim Jerman Tergerak Aksi Bela Nabi ...

Latest Post

  • SHIDQ
  • Al Qaidah Klaim Serangan Bom yang Tewaskan 100 ...
  • Pesepakbola Robin Van Persie: Saya Bukan Seorang ...
  • Ibunda Hidayat Nur Wahid Menutup Usia
  • Obama: Hari Depan Makin Keras di Afghanistan
  • [Video] Kata Prof Yunahar Ilyas Soal Islam Liberal
  • Pakistan Larang Twitter Terkait Lomba Karikatur ...
  • Pakistan Blokir Twitter Karena Lomba Foto Nabi
  • Pakistan Ijinkan Lagi Suplai Pasukan NATO
  • Prancis Tarik Pasukan di Afghanistan Akhir Tahun ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed