• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Opini » Opini » Detail
Idul Fitri Bersama Ustadz Abu
Diposting Kamis, 02-09-2010 | 00:33:30 WIB

Oleh Muhammad Hanif, Jakarta 

Idul Fitri akan tiba tapi ustadz ABB dilarang untuk melakukan sholat Ied di penjara, hal yang sangat menyedihkan terjadi di bumi indonesia yang katanya menjunjung tinggi kebebasan untuk menjalankan agama dengan bebas sesuai dengan keyakinan yang dianut.

Seberapa menakutkan bagi kepolisian bila ustadz ABB melakukan sholat Ied, apa markas POLRI akan tiba-tiba hancur bila beliau melakukan sholat Ied dalam tahanan, sangat mengelikan sekali.

Bila polisi merasa tidak mampu mengamankan ibadah sholat Ied, umat Islam siap untuk mengamankannya dan bersikap koperatif dengan tidak menimbulkan masalah baru yang tentunya menimbulkan kerugian di pihak umat Islam sendiri.

Namun bila kepolisian masih tidak mengizinkan, hendaknya umat Islam punya sikap yang tegas atas pelecehan terhadap hak-hak umat yang terampas dalam melakukan ibadah yang dianutnya. Harus ada aksi moral yang melawan kedzaliman ini, agar di waktu yang akan datang tidak ada insiden seperti ini lagi.

Aksi moral itu bisa berupa mengajak seluruh komponen umat Islam untuk melakukan sholat Ied di depan MABES POLRI, membuka mata penguasa agar tidak melakukan penindasan kepada umat Islam dengan melarang orang melakukan ibadah yang dianutnya.

Bila kita hanya berdiam diri membiarkan semua kedzaliman terjadi didepan mata maka hal ini akan terus berulang di kemudian hari, penguasa akan berfikir bahwa daya tawar umat Islam itu lemah dan aspirasi umat tidak harus didengarkan.

Kapan lagi kita akan menyuarakan kebenaran dan membela ulamanya, kebenaran harus ditegakkan walau nyawa kita menjadi taruhan, walau moncong senapan itu diarahkan ke muka kita. Kita harus bergerak agar umat setelah kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita masih punya harga diri dan kita siap mati untuk membelanya.

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. ( Ali Imran : 146-147)




Tweet

Top View

  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...
  • Zionis Israel Lanjutkan Gali Terowongan Di Bawah ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed