• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Opini » Opini » Detail
Bahaya Riba Lebih Dahsyat Daripada Zina
Diposting Sabtu, 25-10-2008 | 10:29:10 WIB
"Sekarang ini 600 juta orang jatuh miskin terkena imbas krisis keuangan global. Padahal krisis baru terjadi beberapa minggu saja. Ini menunjukkan sangat dahsyatnya dampak riba," ujar Muhammad Hidayat, Anggota Dewan Syariah Nasional MUI, dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah Hadits-Hadits Riba dan Zina dalam rangka halal bihalal Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), di Jakarta, Rabu (22/10/2008.
Menurutnya, krisis dunia yang terjadi saat ini merupakan akibat transaksi ribawi. Celakanya, dampaknya menimpa bukan hanya pada negara yang dibangun oleh sistem ribawi saja.

"Bukan hanya terjadi dipusatnya di Amerika Serikat, tapi merambat ke semua negeri bahkan yang tidak bersalah, yang tidak menjadikan sistem riba sebagai sistem di negerinya pun terkena. Bank syariah pun terkena efeknya," jelasnya.

Negara yang mempraktikkan sistem ekonomi ribawi, kata dia, tidak akan bisa membangun stabilitas ekonomi, karena selalu dalam keadaan yang tidak menentu.

Ia mengutip Alquran surat Albaqarah ayat 275 yang secara tegas mengatakan, mereka yang mempraktikkan riba tidak akan bisa tegak, kecuali mereka berdiri seperti orang gila yang kemasukkan setan.

"Bisa dibayangkan orang gila yang kemasukan setan, pasti kalau jalan tidak akan bisa lurus, tidak karu-karuan atau kacau. Seperti saat ini, inflasi tidak karu-karuan, nilai tukar naik turun, itulah sistem riba yang dikatakan Allah dalam Alquran," tegasnya.

Sementara itu, pakar ilmu hadits Prof. KH. Ali Musthafa Yaqub yang juga tampil sebagai pembicara dalam seminar tersebut menyitir salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, "Riba adalah tujuh puluh dosa; dosanya yang paling ringan adalah (sama dengan) dosa orang yang berzina dengan ibunya."

Ia menyesalkan masih adanya anggapan yang salah dari beberapa kalangan bahwa riba itu tidak ada bedanya dengan jual beli. "Padahal memakan riba adalah perbuatan haram yang luar biasa. Bahkan hal ini ditegaskan oleh Allah secara langsung tanpa melalui ijtihad ulama," ujarnya.

Keharaman riba, kata dia, masuk dalam wilayah yang namanya syariah, bukan fiqih lagi. "Siapa yang menghalalkan riba berarti menodai larangan Allah. Allah mengumumkan memerangi orang-orang yang memakan riba," tegasnya.[rofx/nr]



Tweet

Top View

  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed