• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Mengawasi Jajanan Anak
Diposting Kamis, 11-06-2009 | 19:43:21 WIB

Ditemukannya kandungan zat berbahaya dalam jajanan anak yang dijual di sejumlah sekolah Dasar di Depok, tentu membuat para ibu resah. 

Hasil uji sampling menunjukkan 30 persen jajanan mengandung borak, 3 persen mengandung formalin, serta 6 persen mengandung rodamin dan siklamat. Sampel diuji berdasar enam parameter yakni formalin, borak, rodamin, metamin yellow, siklamat dan bakteri.

Jajanan dengan berbagai jenis bentuk dan warna memang dikemas secara menarik untuk memikat anak-anak. Akibatnya, mereka tak kandungan gizi atau bahkan jajanan itu berbahaya bagi kesehatan.

Bagi Anda, orang tua yang selalu memberi uang jajan kepada buah hati, sebaiknya mulai mengerem kebiasaan ini.  Dari pada memberikan uang jajan kepada anak, Anda dapat memberikan penggantinya dalam bentuk bekal makanan sebab jajanan yang belum tentu terjamin nutrisi dan kebersihannya.

Tahukah Anda, berdasarkan hasil survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2007, dari 4.500 sekolah di Indonesia ada 45 persen jajanan yang dijual di sekitar sekolah tercemar bahaya pangan mikrobiologis dan kimia.

Bahaya utama berasal dari cemaran fisik mikrobiologi dan kimia seperti pewarna tekstil. Jenis jajanan berbahaya ini meliputi makanan utama, makanan ringan, dan minuman.

Untuk mencegah kebiasaan jajan anak harus dimulai dari pola makan keluarga, antara lain:
- Membuat bekal makanan yang tidak kalah enak dari jajanan yang dapat dibeli di luar rumah.
- Biasakan anak untuk sarapan pagi sebelum sekolah.

- Sebagai upaya preventif, anak harus dikenalkan pada pola makan sehat dan orangtua harus dapat dijadikan contoh atau panutan. Tidak ada gunanya melarang anak jajan kalau orangtuanya juga sering jajan dengan alasan tidak sempat memasak karena kesibukannya.

- Ajak buah hati membuat penganan di rumah. Dari sini Anda akan tahu makanan apa yang menjadi favoritnya, dan cocok untuk bekalnya ke sekolah.

- Tegas membatasi permintaan anak untuk jajan. Caranya, membatasi uang jajan mereka dan frekuensi jajan. Misalnya anak-anak hanya boleh jajan hari Sabtu atau Minggu. (muslimdaily.net/dkr/vvnws)




Tweet

Top View

  • Foto Kekejian Tentara Amerika di Irak Beredar
  • Pondok Ngruki Bangun Masjid Senilai 5 Milyar ...
  • Umar Media Rilis Video Eksekusi 15 Tentara ...
  • Pengkhianat Al Qaidah Irak Ditembak Mati
  • Aktivis Afghanistan: Kemenangan Taliban Lebih ...
  • Narapidana di Penjara Inggris Berbondong-bondong ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Bedah Buku Kritik dan Koreksi Deradikalisasi BNPT ...

Latest Post

  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Toko Daging Halal Tumbuh di Kanada
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Khawatir Serangan Balasan dari Abu Sayyaf, Militer ...
  • Kelompok 'Teror Big Ben' Bisa Bebas Kurang dari ...
  • Kuwait Selenggarakan Pemilu Parlemen
  • Kubah atau Tanpa Kubah, Muslim Eksplorasi Desain ...
  • Kepala Babi Ditemukan Lagi di Depan Masjid
  • Korupsi Haram, Pelaku Korupsi Memprihatinkan

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed