• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Atur Pola Makan Anak Untuk Hindari Kegemukan
Diposting Minggu, 15-03-2009 | 16:02:51 WIB

Obesitas atau kegemukan saat ini telah menjadi problema. Terutama bila terjadi pada anak-anak. Obesitas juga melatarbelakangi terjadinya Sindrom Metabolik.

Sindrom Metabolik saat ini cenderung meningkat kejadiannya pada anak-anak. Fakta ini memprihatinkan para orang tua. Kini semakin banyak anak-anak yang mengalami obesitas. Orang tua sekarang merasa senang bila memiliki anak bertubuh besar. Padahal gemuk kini tak lagi sehat. Sindrom metabolik pada anak-anak terjadi secara progresif tanpa disadari, dan baru akan terasa setelah ia dewasa.

Dari data yang ada, di Amerika terdapat 9 juta orang kegemukan dengan berbagai penyakit dan 300 ribu lainnya mengalami kematian dini setiap tahunnya. Anak yang gemuk atau obesitas sejak kecil ternyata memiliki kecenderungan susah untuk menurunkan kegemukannya dibandingkan dengan orang yang gemuk setelah dewasa. Demikian diungkapkan dr. Fiastuti Wijtaksono, MSc. MS. SpGK, Spesialis Gizi dari Klinik Spesialis Semanggi Jakarta saat ditemui Kiatsehat beberapa waktu lalu di Surabaya.

Hal ini dipengaruhi oleh faktor penyebabnya. Kegemukan memang banyak dipengaruhi oleh faktor genetik, namun faktor lingkungan lebih mempengaruhi terjadinya kegemukan. Menurut dr. Fiastuti, seorang anak yang berasal dari orangtua yang gemuk lebih mudah gemuk dengan lingkungan yang mendukung, seperti kebiasaan keluarga dengan aktivitas kurang dan makan enak.

Diet menjadi salah satu solusinya, namun diet bukan sekedar menurunkan berat badan. ”Diet adalah mengatur pola makan,” tegas dr. Fiastuti. Mengatur pola makan ini sebaiknya dilakukan sejak usia sangat dini. Dr. Fiastuti menyarankan untuk hanya memberikan ASI selama 6 bulan pertama. Setelah 6 bulan keatas mulai kenalkan satu demi satu rasa makanan. Disinilah proses belajar berlansung, makin bervariasi makanan anak ia akan semakin sehat. Memasuki usia 1 tahun, orang tua bisa memberikan makanan keluarga. Disinilah seorang ibu dituntut untuk kreatif mengatur pola makan untuk menghindari kegemukan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan anak di masa depan.

(muslimdaily.net/rmd/ktsht)




Tweet

Top View

  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed