Tulisan ini sangat sesat dan tujuannya hanya menanamkan keyakinan ragu terhadap setiap muslim yang membacanya. Terdapat banyak kesalahan yang entah sengaja dibuat-buat atau sang penulis memang bodoh.
Beberapa pekan ini, kita (masayarakat Indonesia) digegerkan dengan kemunculan video “porno” yang diduga dibintangi artis Indonesia. Mereka pun dituduh pezina. Cecaran, makian, dan serta ancaman pengusiran dialamatkan kepada mereka. Bagaimana jika kasus seperti ini terjadi di sebuah negara Islam?
Saul atau lebih dikenal dengan Paulus adalah seorang Yahudi keturunan suku Benyamin (salah seorang anak Nabi Syu’aib as.) yang berfikiran filsafat Yunani.
Semaraknya berita tentang kekejaman tentara israel terhadap relawan kemanusiaan yang terjadi Minggu lalu membuat saya tertarik untuk mencari lokasi jalur gaza, tempat saudara muslim kita di Palestina di penjarakan atau diblokade secara masive oleh israel.
Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, bila ada kasus yang yang menyeret para pejabat tinggi maka penyelesaiannya sangat mudah, cari orang berjenggot,celana cingkrang, istrinya bercadar lalu di tembak mati di tempat
Mbaku Putri Munawwaroh tidak tau apa-apa, satupun tamu tidak dikenal dan tidak dilihat wajahnya, karena tamu mutlak urusan suaminya [Mas Adib Susilo]...
Jalan dakwah ini begitu terjal dan sulit, hanya orang-orang yang mengikhlaskan diri kepada Allah lah yang bisa bertahan ditengah badai fitnah dan ujian. Dan generasi dulu telah membuktikan ketegaran mereka di jalan ini
Kita bandingkan dengan kasus-kasus makar yang dilakukan oleh kelompok diluar Islam, masih segar dalam ingatan adalah kaburnya pentolan RMS alex manuputty yang dibiarkan kabur keluar negeri dan sampai sekarang kasusnya tidak terdengar lagi
Kehidupan dunia pra-Islam, sesungguhnya sangat bengis terhadap wanita. Berbagai ajaran di dunia ini menempatkan wanita sebagai manusia kelas 2. Dalam tradisi Yahudi, misalnya seorang wanita yang sedang haidl tidak boleh berada di dalam rumah bersama suaminya.
Dari perang dunia pertama dan kedua hingga invansi Amerika ke Afghanistan dan Irak, pencaplokan Israel terhadap Al-quds serta genosida yang di lakukan Rusia terhadap muslim di Chechya adalah bukti bahwa kekerasan adalah elemen penting untuk mencapai tujuan yang di inginkan.