• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Lepas » Detail
“Kasih Sayang” Yang Menipu Dari Budaya Kaum Kafir
Diposting Sabtu, 13-02-2010 | 06:33:55 WIB

“Hari Kasih Sayang” yang diperingati setiap bulan Febuari hanyalah salah satu sarana sekaligus momentum kampanye seks bebas khususnya di kalangan generasi muda. Selama “Valentinan”, suasana memang di desain erotis dan dipadu dengan budaya saling bertukar cokelat yang mengandung Phenylethylamine dab Seratonin yang memicu gairah ekstase dan erotis serta ber-efek meningkatkan kegembiraan dan stamina.

Prilaku seks bebas yang marak itu dipengaruhi budaya kebebasan yang merupakan hasil dari liberalisasi budaya yang di jalankan secara sistematis dan teroganisir. Konspirasi liberalisasi budaya oleh barat tidak lepas dari motif penjajahan yang akan menghilangkan identitas pribadi dengan mengikuti gaya dan mengekor identitas barat tanpa mempertimbangkan lagi halal dan haram. Barat hanya menginginkan masyarakat khususnya generasi muda berpenampilan dan berprilaku layaknya mereka tapi kosong dari produktifitas, daya, inovasi dan kemajuan sains dan teknologi.

Secara faktual, konspirasi liberalisasi budaya barat bisa dirasakan setidaknya dilihat melalui tingkat falsafah dan pemikiran yang dilakukan dengan menanamkan faham sekularisme, liberalism dan hedonism. Liberalisasi budaya dikemas dalam berbagai program berskala internasional yang dikawal PBB dan lembaga-lembaga internasional PBB untuk mengeluarkan berbagai konvensi dan kesepakatan internasional yang terkait isu HAM, Kesetaraan Gender, dan lain-lain.

Sebagai umat yang terbaik, seharusnya kita menyadari betul bahwa liberalisasi telah menelan banyak korban, diantaranya HIV/AIDS, Aborsi, pecandu narkoba, rusaknya keharmonisan jutaan keluarga, ribuan anak-anak terlantar, eksploitasi perempuan, kejahatan seksual, dan masih banyak lagi yang kesemua itu merupakan akibat dari diterapkannya system kapitalisme yang mengagungkan kebebasan.

Sudah saatnya kita mencabut ideologi dan sistem sekular  dan mengembalikan umat pada jalan dan system yang luhur dan beradab dengan tatanan kehidupan yang didasarkan pada syariah Islam.

Ummu Sumayyah
Jagakarsa – Jakarta Selatan

[muslimdaily.net]




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed