• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Lepas » Detail
Akankah Tanah Kaum Muslimin Kembali Terkerat??
Diposting Jum'at, 12-02-2010 | 07:30:16 WIB

Pada tanggal 27 Januari 2010 di London telah diselenggarakan konfrensi yang di hadiri 21 negara untuk membahas Yaman dengan dalih membantu Yaman keluar dari krisis. Konfrensi menghasilkan  beberapa resolusi mengenai dukungan kepada Yaman dalam memerangi Al Qaeda juga dukungan untuk pembangunan dan pelaksanaan program-program reformasi ekonomi dan politik, negosiasi dengan IMF serta proses perdamaian secara menyeluruh.

Sungguh, siapapun yang mengikuti apa yang telah dan sedang terjadi di Yaman, pasti memahami bahwa resolusi itu hanyalah kedok untuk menyembunyikan berbagai keputusan yang sebenarnya, juga situasi yang terjadi dan kepentingan atas tanah Yaman. Sejak pengaruh Inggris bercokol di Yaman hingga hari ini, Amerika terus berupaya menciptakan guncangan terhadap situasi yag sedang berlangsung dan berusaha menerapkan pandangan bahwa Amerika adalah pewaris barat di daerah koloni-koloni mereka. Karenanya, aktivitas Amerika di Yaman terfokus pada dua hal; pertama, misi intimidasi terhadap rezim Yaman dengan menggunakan Iran untuk mendukung kelompok Al Houthy yang bisa menjadi bom waktu yang siap diledakkan di utara Yaman dan perbatasan Arab Saudi. Kedua, “misi pelatihan” untuk lingkaran kecil politisi yang loyal pada Amerika dengan cara pergerakkan yang berlangsung terus menerus di selatan dengan tujuan memisahkannya.

Hal ini seharusnya membuat kaum muslimin peka, sampai kapan negeri-negeri kaum muslimin menjadi medan pertarungan Negara-negara besar dengan memperalat masyarakat local. Rezim Yaman dengan langkah-langkahnya yang dzalim itu justru memudahkan pihak-pihak yang bertarung untuk berebut menguasai Yaman. Diamnya para penguasa muslim di seluruh dunia membuktikan bahwa Amerika telah membuat mereka tunduk dalam permainannya untuk memupus dan menghancurkan tanah kaum muslimin. Lihatlah konflik di Afghanistan, Palestine, Kashmir, Cechnya, dll.

Sungguh urusan ini tidak akan pernah menjadi baik kecuali dengan adanya penguasa yang menjadi prisai yang senantiasa melindungi kaum muslimin dari penjajahan kaum kafir, seorang Khalifah yang akan menjadi kekuatan bagi kaum muslimin seluruh dunia.

Ummu Sumayyah
Jagakarsa – Jakarta Selatan.

[muslimdaily.net]




Tweet

Top View

  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed