• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Lepas » Detail
MENGELUH
Diposting Jum'at, 08-01-2010 | 15:07:24 WIB

Oleh : Hawin Murtadlo

Mengeluh menurut beberapa ulama ada dua macam. Mengeluh yang tidak terpuji dan  menunjukkan minimnya kesabaran pada diri seseorang. Seseorang mengeluhkan hal-hal tidak menyenangkan dirinya kepada sesama manusia. Mungkin itu berupa sakit yang menimpa, rezeki yang sempit, dan berbagai hal yang dianggap sebagai kesialannya. Karena semua hal yang tidak menyenangkan itu ditakdirkan oleh Allah, tindakan ini tak ubahnya “mengeluhkan Sang Khaliq kepada makhluk”, mengadukan Sang Pemberi Rezeki kepada yang diberi rezeki, menceritakan kekecewaan terhadap Yang Maha Penyayang kepada manusia yang belum tentu memiliki sedikit rasa kasih sayang kepadanya.

Adapun mengeluh yang terpuji adalah mengeluh kepada Allah. Dengan kaki bersimpuh, cucuran air mata taubat, pengakuan salah, dan perasaan lemah di hadapan-Nya seorang hamba mengadukan keadaan sulit yang menimpa dirinya kepada Yang Maha Penyayang seraya memohon kekuatan dan pertolongan-Nya. Keluhan seperti ini tidak mengurangi nilai kesabaran. Hamba Allah yang paling penyabar pun melakukannya.

Ya’qub ‘alaihis salam  adalah seorang yang memiliki kesabaran baik. Yusuf, putra kesayangannya, dikhianati oleh putra-putranya sendiri. Dengan segala muslihat dan bujuk rayu mereka berhasil meyakinkannya untuk membawa Yusuf as. bersama mereka menggembala kambing di tepi hutan. Di situlah  Yusuf dianiaya dan dimasukkan ke dalam sumur tua. Setelah merasa semua 'beres', malam hari mereka pun datang kepada ayah mereka sambil menangis tersedu-sedu. “Kami pergi mengadakan perlombaan, meninggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu ia diterkam oleh serigala. Engkau tentu tidak percaya kepada kami, meski kami orang-orang yang jujur.” Untuk meyakinkan, mereka datang membawa baju Yusuf yang sudah dilumuri darah domba.

Sangat mudah bagi Ya’kub untuk mengetahui keculasan anak-anaknya itu. Mana mungkin, Yusuf diterkam serigala sementara baju Yusuf yang mereka bawa tetap utuh, meski berlumur darah? Namun, Ya’kub memilih untuk bersabar dan hanya mengadukan masalahnya kepada Allah. “Aku hanya mengadukan duka dan kesedihanku kepada Allah.”

Ayyub ‘alaihis salam adalah contoh lain hamba yang penyabar. Allah mengujinya dengan berbagai cobaan yang berat. Hartanya habis ludes. Anak-anaknya meninggal dunia. Istrinya pun meninggalkannya. Allah sendiri memberikan pujian kepadanya, “Kami dapati ia seorang penyabar; ia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, ia seorang yang banyak bertaubat.”. Ayyub kadang merasa perlu mengeluhkan keadaan dirinya. Namun, keluhannya hanya ditujukan kepada Allah : “Rabbi, aku sungguh telah disentuh oleh keburukan, sedangkan Engaku Maha Penyayang.”

Mengeluhkan Khaliq kepada makhluk merupakan adab yang buruk bagi seorang beriman. Selain mengurangi atau menghilangkan pahala kesabaran, seringkali keluhan seperti ini justru menambah masalah. Alih-alih mendapat simpati dari orang yang dikeluhi. Tidak jarang yang terjadi justru sebaliknya. Hati orang yang mendengar keluhan itu tertawa-tawa, “Haha… syukurin!”

Jadi, kapan kita berhenti mengeluh?

[muslimdaily.net]

 

 

 

 

 




Tweet

Top View

  • Aktivis Afghanistan: Kemenangan Taliban Lebih ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Bedah Buku Kritik dan Koreksi Deradikalisasi BNPT ...
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom

Latest Post

  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...
  • Zionis Israel Lanjutkan Gali Terowongan Di Bawah ...
  • Prancis Buka Pemakaman Muslim Resmi Pertama
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed