![]() | |
| Cover Komik Kisah Ali Imron, Mujahid Tobat |
Masih ingat dengan Ali Imron? Ya, Ali Imron adalah adik kandung dua terpidana Bom Bali yang sudah dieksekusi Polisi Indonesia, allahuyarham Ali Ghufron dan Amrozi. Ketiganya bersama dengan Imam Samudera merupakan 4 tokoh utama peledakan Bom Bali I, dan Ali Imron merupakan satu-satunya yang masih hidup. Ia menjalani hukuman penjara seumur hidup.
Perjalanan Ali Imron tersebut dipublikasikan sebagai komik dengan judul ‘Ketika Nurani Bicara’ oleh Lasuardi Birru, sebuah LSM berbasis di Jakarta. Direncanakan, sebanyak 10.000 buah buku akan disebarkan ke berbagai sekolah dan perpustakaan secara gratis. Tujuannya, kata penerbitnya untuk menggugah kaum muda mengenai bahaya 'terorisme'.
Ali Imron yang kerap disebut "Mujahid tobat" oleh aktivis gerakan Islam itu kini semakin terkenal saja. Kisah perjalanannya sebagai pelaku utama peledakan Bom Bali I, akan dituangkan ke dalam karakter komik. Ali Imron menjadi karakter tokoh utamanya. Komik itu menarik perhatian dunia. Media-media barat pun membahas dalam berbagai editorial dan berita.
BBC menulis rangkuman komik tersebut. Adelaide Now, sebuah media Australia, juga menulis hal yang sama. News.com, juga media Australia, memberitakan penerbitan komik tersebut. Media Australia sangat tertarik dengan komik tersebut karena banyak warga Australia yang tewas dalam teror bom tersebut. Beberapa blog juga tidak ketinggalan mengabarkan penerbitan kisah ‘teroris tobat’ itu. Selain BBC, media Inggris yang menulis antara lain, londonwired.com dan ukwirednews.com.
Menurut penerbit komik tersebut, pengumpulan data dan proses penerbitan komik Ali Imron tersebut membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Dhyah Madya Ruth, kepala perusahaan penerbit komik, mengatakan, ia membutuhkan waktu satu tahun hanya untuk mengumpulkan materinya.
"Yang membuat kami mengalami kesulitan adalah bagaimana kami membuat Ali Imron terbuka dan mau berbicara dengan kami,"ujarnya sebagaimana dikutip dari BBC.
Selain kesulitan itu, penerbit juga harus melalui serangkai persyaratan dan proses birokrasi yang rumit dan berliku sekedar untuk memperoleh izin mewawancarai Ali Imron, tokoh utama komik itu.
Isi Komik
Secara umum, arah cerita komik tersebut bisa ditebak. Komik berkisah tentang bagaimana awalnya Ali Imron direkrut kemudian merencanakan pengeboman, eksekusi, proses pelarian, hingga penangkapannya.
Cerita komik ini juga dilengkapi dengan kisah Haji Bambang, seorang Muslim Bali yang membantu evakuasi korban pasca ledakan, dan seorang wanita Muslim yang suaminya terbunuh.
"Karena didasarkan pada kehidupan nyata, semuanya dalam buku ini adalah akurat dari mereka yang terlibat," kata Dhyah kepada BBC.
Menurut wanita itu, pada komik ini karakter Imron akan bertutur dan memberikan tips tentang cara untuk menghindari perekrutan oleh kelompok teroris, dan memperingatkan terhadap ide-ide radikal.
"Tujuan dari buku komik ini sederhana, Ali Imron ingin berbagi pengalaman karena ia menyesal pernah terlibat dalam kegiatan "terorisme".
Percayakah anda dengan penuturan sang "Mujahid Tobat" dalam komik ini? Ataukah komik ini hanya sebuah propaganda untuk mencabut semangat keberagamaan dan keislaman Indonesia melalui cara yang tersistematis?
Syekh Abdullah Azzam mengatakan, “Wahai kalian, orang-orang yang telah bergelut di medan da’wah, wahai kalian yang telah menetapi ambisi yang agung, janganlah kalian merasa ragu untuk mempersembahkan darah kalian demi Dien ini. Jika kalian benar dan tulus, maka persembahkanlah darah dan jiwa kalian kepada Allah Rabbul ‘alamin yang telah mengamanatkannya kepada kalian dan kemudian membelinya dari kalian”.

