2 orang pemuda Inggris yang telah beberapa waktu menghabiskan waktunya di dalam penjara karena dianggap terlibat dalam kasus terorisme berbicara seputar 'radikalisasi' muslim di Inggris dalam tayangan dokumentasi BBC.
Pandangan Rizwan Ditta dan Bilal Mohammed, 2 orang pemuda Inggris yang lahir dan tumbuh besar di Halifax, West Yorkshire, mungkin bertentangan dengan sebagian besar orang-orang Inggris termasuk juga kalangan Islam di sana.
"Kamu bisa bertanya kepada setiap orang [Islam] di jalan dan mengatakan 'Apakah kamu percaya dengan jihad?' dan dia akan menjawab 'Ya'. 'Apakah kamu percaya bahwa Al Qaeda adalah sebuah gerakan teroris?'. Dia akan menjawab, 'Tidak'."
Sementara itu rekannya Bilal juga mengatakan hal yang serupa. "Negara-negara barat tidak membiarkan orang hidup dalam damai. Negara-negara barat berperang dengan siapa saja."
Bilal dan Rizwan merupakan 2 teman dekat, keduanya didakwa memiliki material data-data yang biasa digunakan untuk kegiatan terorisme, kebanyakan merupakan hasil download dari internet. Ditta dikenai hukuman 4 tahun sedangkan Bilal 2 tahun, mereka dikenai hukuman dari undang-undang baru anti teorisme yang kontroversial (UU Terorisme 2000).
Mereka dibebaskan tahun lalu dengan berbagai persyaratan yang ketat, namun keduanya tidak tampak menyesal. Bilal mengatakan bahwa sejak dia keluar dari penjara, keluarga dan teman-temannya begitu menerimanya bahkan memberikan bunga dan hadiah. Dia menyatakan bahwa tidak ada orang dalam komunitas muslimnya memandangnya sebagai teroris.
"Mereka memberikan saya dukungan dan kenyamanan, seraya mengatakan semuanya baik-baik saja. 'Jangan khawatir, kamu tidak melakukan apa-apa'."
Tidak ada data pasti jumlah simpatisan Al Qaeda, baik memberikan dukungan langsung, maupun hanya kesamaan sikap dukungan rasa pembelaan atas kebijakan luar negeri yang tidak adil terhadap Palestina, Irak, dan Afghanistan. Menurut keyakinan dinas intelejen Inggris M15 bahwa terdapat 2.000 orang di Inggris yang memiliki potensi ancaman.
Gejolak HatiRizwan Ditta tumbuh di daerah yang mayoritasnya merupakan immigran muslim Pakistan di Halifax, keluarganya sendiri datang ke sana sekitar tahun 1960an. Dia pun bersekolah di sekolah umum dan berkawan baik dengan orang-orang kulit putih. Orang tuanya melihat adanya minat yang besar Ditta terhadap Islam.
Sebagaimana dalam peristiwa lainnya, seiring dengan pemberitaan penindasan dan ketidak adilan terhadap negeri-negeri Muslim dan pengetahuan baru terhadap Islam yang lebih dalam, pandangannya tentang Islam dan jihad pun berkembang.Sedangan Bilal Mohammed yang 2 tahun lebih muda, sebelumnya seperti kebanyakan remaja 'gaul' lainnya suka akan musik hip-hop dan dugem. Akan tetapi setelah mendapatkan hidayah dan melihat teman-temannya seperti Ditta, dia pun mengikutinya.
"Saya yakin bahwa loyalitas dan prioritas saya, meskipun saya lahir dan besar di Inggris, tersandar dengan Islam," ujarnya.
Pandangan yang sama juga dimiliki Ditta yang mengatakan bahwa kini banyak orang tidak peduli dengan penderitaan umat Islam yang lain, walaupun darah yang mengalir di Palestina, Irak dan Afghanistan belum kering.
Pandangan 2 pemuda muslim Inggris ini tentu saja tidak sama dengan pemikiran mayoritas rakyat Inggris bahkan orang-orang Islam di Inggris. Mereka menganggap apa yang ada dalam pikiran orang-orang seperi Ditta dan Bilal terlalu berlebihan dan paham keagamaan yang kaku.
Karena Video
Kepolisian Inggris memberikan pengawasan ketat setelah Ditta mengunjungi Pakistan tahun 2055 dan 2006, menahannya setelah memeriksa isi komputernya. Polisi juga menangkap Bilal pada hari yang sama.
Menurut keterangan polisi, Ditta dicurigai merencanakan serangan teror setelah dia kembali dari Pakistan. Sementara itu, Bilal ditangkap karena menjual dvd perjuangan jihad di kios miliknya. Dia mengatakan menjual dvd jihad itu hanya untuk menunjukkan sisi lain dari pemberitaan yang ada.
Dokumentasi BBC 8 Februari 2010
[muslimdaily.net/bbc]
