Sanaa - Ulama Yaman asal Amerika Anwar al Awlaki (Aulaqi) saat ini sedang dalam penyelidikan setelah kejadian bulan lalu yang menewaskan 13 orang di Fort Hood, Texas. Saat ini Awlaki disebut-sebut semakin radikal dan terang-terangan. Di Timur Tengah sendiri, pertumbuhan "ekstrimisme" al-Qaeda terlihat berkembang subur, hal ini disampaikan beberapa kawan-kawan Awlaki di Yaman.Dalam interviewnya, mereka mengatakan Anwar al-Awlaki (Aulaqi) 38 tahun menyalahkan Amerika atas penahanan 18 bulan yang dia jalani di penjara Yaman, beberapa pihak menyebut bahwa dalam penjara itulah ulama itu menjadi semakin radikal dalam pemikirannya.
Aulaqi, dilahirkan di Amerika dan menghabiskan masa kecilnya di Yaman, ia menuju negeri Inggris pada 2002 setelah pihak berwenang Amerika Serikat mencari-carinya. Amerika Serikat mengaitkan jika Aulaqi adalah penasihat spiritual bagi tiga pelaku serangan 11 September 2001. Aulaqi pernah menjadi imam di masjid Dar al-Hijrah di Falls Church dan disebuah masjid di San Diego, yang menjadikannya dikaitkan dengan para pelaku serangan 11 September.
Mayor Nidal M Hasan, yang menjadi tersangka dalam aksi penembakan di Fort Hood bulan lalu, pertama melakukan kontak dengan Aulaqi pada akhir Desember lalu. Pihak berwenang Amerika mendapatkan beberapa email darinya, namun email-email tersebut sama sekali tidak berisi ancaman. Sampai saat ini FBI masih menolak berkomentar soal Aulaqi, namun investigasi masih berlangsung.
Setelah aksi penembakan di Foort Hood, Aulaqi mengeluarkan pernyataan yang menyebut Hasan sebagai "pahlawan". Dalam wawancara dengan wartawan dari Yaman, Aulaqi menyangkal jika ia memberikan perintah atau menghasut Hasan untuk melakukan serangan.
Bagaimana seorang keturunan Aulaqi bisa menjadi seperti ini?. Nenek moyang Aulaqi pernah menjadi sultan di wilayah yang saat ini disebut sebagai Shabwa, terletak di propinsi selatan Yaman, daerah tersebut merupakan desa leluhur Aulaqi, saat ini Aulaqi juga tinggal disana bersama istri dan kelima anaknya. Ayah Anwar al Aulaqi, Nasser al Aulaqi adalah mantan rektor Universitas Sanaa dan menteri pertanian.
Pada masa kecilnya, Aulaqi bersekolah di sekolah sekuler di ibukota Sanaa, bersama lima anak-anak dari keluarga elit lainnya, kemudian pada 1991 ia kembali ke Colorado untuk berkuliah, semua ini dituturkan salah satu kerabat dekatnya dalam interview dengan Washington Post. Kerabatnya ini tidak mau disebutkan namanya karena tidak mau menyakiti keluarganya yang sedang berusaha membujuk Aulaqi menjadi lebih moderat.
Ia mengatakan, Aulaqi gemar sekali berenang, ia sangat menyukai memancing di laut dalam. Ambisinya menjadi seorang profesor, ia memusatkan pikirannya memikirkan cara bagaimana mengatasi masalah kekurangan air di Yaman, kata kerabat Aulaqi tersebut. Seperti warga Arab lainnya, pada awalnya Aulaqi juga marah terhadap serangan Amerika dalam Perang Teluk pertama di Irak, namun dia tidak menunjukkan sifat radikalnya pada saat itu.
"Dia dulunya sangat moderat. Dia selalu menentang ideologi al Qaeda", kata kerabatnya tersebut, ditambahkan jika hubungannya dengan para pembajak pesawat dalam aksi 9/11 tersebut merupakan "kebetulan".
Setelah serangan 11 September, Aulaqi mulai berubah dan merasa Amerika menjadi target, masih kata kerabatnya tersebut.
"11 September mengubah banyak cara pandang Muslim", kata dia. "Dan invasi Irak pada 2003 membuat Aulaqi semakin kuat akan keyakinannya".
Pihak berwenang Amerika Serikat menyatakan Aulaqi menjadi radikal ketika dia masih didalam Amerika, bahkan sebelum serangan 11 September, namun tidak ada bukti kuat untuk menahan dia.
![]() |
| Moazzam Begg |
Pada awal 2004, Aulaqi kembali ke Yaman, ia mengajar di Universitas Sanaa, ia menjelaskan secara fasih akan peran Islam di dunia. Ia memagari dirinya dari kebijakan Amerika di Irak. Ia mengutuk Israel, menurut pernyataan para siswa yang hadir dalam kuliah tersebut. Namun ia tidak menyeru ke jihad dengan kekerasan.
"Ia tidak menghasut kami untuk mengangkat senjata", kata Adil al-Howlari, yang saat ini bekerja sebagai jurnalis bagi PBB. "Ia hanya berbicara tentang bagaimana menggunakan bahasa Inggris untuk menyebarkan nilai-nilai Islam".
Aulaqi kadang juga mengambil kelas dan memberi kuliah di Universitas al Iman di Sanaa. Universitas ini
![]() |
| Syaikh Abdul Majid al-Zindani |
Universitas ini disebut-sebut mempunyai reputasi sebagai inkubator / tempat penetasan radikalisme John Walker Lindh, seorang warga Amerika asli yang ikut berperang bersama Taliban, Walker Lindh adalah mantan mahasiswa di Universitas Sanaa tersebut. Beberapa lulusan universitas ini juga terlibat dalam beberapa serangan-serangan.
Kerabat Aulaqi mengatakan ulama ini memberikan lima kuliah di Universitas tersebut mengenai peran Islam saat abad pertengahan di Spanyol, dimana Islam pada saat itu sedang berjaya.
Mulai 2006, pengaruh Aulaqi mulai tersebar luas kedunia lewat websitenya dan laman Facebook, walaupun kebanyakan orang Yaman tidak mengenal dia sebelumnya. Mulai tahun itu para penyelidik mulai menemukan ceramah-ceramah Aulaqi yang didownload para tersangka kasus-kasus terorisme di Inggris dan Kanada, ceramahnya ditemukan di komputer-komputer para tersangka.
Pada pertengahan 2006, pihak berwenang Yaman menangkapnya. Aulaqi dituduh menghasut untuk melakukan serangan terhadap seorang pria soal masalah suku yang melibatkan seorang wanita. Aulaqi menyangkal keterlibatannya ini dalam interview dengan bersama Muazzam Begg tahun lalu dan menuduh pemerintah Amerika telah menekan pemerintah Yaman agar tetap menahannya dalam penjara.
|
| John Walker Lindh |
Pihak berwenang Yaman menolak berkomentar mengenai hal ini.
Setelah ia dibebaskan, Aulaqi semakin kuat dengan pemikirannya untuk menggunakan kekerasan dalam jihad. Desember tahun lalu,ia menulis surat seruan untuk berperang dan membiayai mujahidin al-Shabab, yang beroperasi di Somalia dan dihubung-hubungkan dengan al Qaeda. Pada Januari tahun ini, ia menerbitkan sebuah tulisan berjudul "44 Cara untuk Medukung Jihad", dalam tulisannya tersebut disebutkan agar Muslim selalu menjaga kesehatannya dan berlatih persenjataan untuk bertempur di lapangan.
[muslimdaily.net/WP]


