
Di dalam surat Ali Imran, Allah telah mewanti-wanti kita akan beberapa hal yang bisa melenakan hidup kita. Yaitu wanita, anak dan harta. Pada urutan pertama, Allah menyebut wanita. Wanita adalah fitnah terkuat dan termahal di antara yang lain. Karena fitnah (bencana) yang dapat ditimbulkannya lebih besar dari fitnah dunia. Fitnah ini tak ubahnya tali-tali yang menghalangi antara hamba dengan langkahnya menuju Allah SWT.
Kemudian Allah menyebutkan anak, yang merupakan keturunan mereka. Ketertarikan manusia kepada wanita karena alasan kenikmatan (hubungan badan) dan untuk mendapatkan anak. Dua nafsu pertama manusia tertarik pada dzatnya itu sendiri. Lalu Allah meletakkan nafsu harta pada urutan berikutnya, karena harta dicintai bukan pada fisiknya. Ketertarikan pada harta, adalah karena untuk mendapatkan nafsu yang lain.
Hal ini cukup menarik bagi kita. Bahwa dua nafsu yang pertama mengingatkan kita dengan bagaimana cara mengantisipasinya. Kalau wanita mengatasinya dengan menjaga pandangan kita. Jangan jelalatan, jangan seenaknya memandang dan jangan usil. Tetapi manusia sering kali menganggap fitnah wanita sebagai fitnah yang remeh. Bergaul bersama tanpa hijab sudah menjadi pemandangan biasa. Di kantor, di sekolah, di tempat publik, semua dilakukan baik-baik saja. Tanpa risih, tanpa merasa salah dan tanpa merasa berdosa.
Akhirnya muncullah fitnah yang lebih besar dari itu. Manusia bisa saling bunuh hanya karena urusan wanita. Meski belum terbukti, cobalah simak kasus terbunuhnya Nasrudin yang diduga karena urusan wanita salah satunya. Karena wanita, dua negara menjadi tidak akur. Bangsanya saling bermusuhan. Lihat saja kasus Manohara, karena seorang Manohara terjadi sweeping warga Malaysia di Indonesia.
Kita berdoa kepada Allah. Semoga kita dijaga dari fitnah-fitnah itu. Karena ketertarikan serta keterikatan hati manusia pada nafsu-nafsu tersebut, merupakan penyebab besar datangnya suul khatimah. Karena hal itu akan menggiring manusia untuk sibuk dengan hal-hal yang diharamkan, tenggelam di dalamnya hingga maut menjemput.
