Terindikasi Korupsi, Netanyahu Tolak Mundur

TEPI BARAT, muslimdaily.net – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi permintaan untuk mengundurkan diri, tak lama setelah polisi merekomendasikan bahwa dia bisa didakwa atas dugaan korupsi.

Setelah penyelidikan 14 bulan atas dua kasus dugaan kecurangan, polisi merekomendasikan pada hari Selasa bahwa Netanyahu didakwa atas tuduhan penyuapan dan penipuan.

“Era Netanyahu berakhir di tempat pemungutan suara atau dalam interogasi,” Avi Gabbay, ketua Perhimpunan oposisi Zionis, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, demikian lansir worldbulletin.net.

Kepolisian Israel menyatakan telah mengumpulkan bukti yang cukup terkait dugaan Perdana Menteri Israel Netanyahu yang “menerima suap, melakukan tindakan korupsi dan menyalahgunakan tugas” dalam lingkup penyelidikan yang juga dikenal dengan “File 1000”, demikian dilaporkan pada Selasa sebagaimana diberitakan Anadolu Agency, Rabu 14 Februari.

Kepolisian merekomendasikan jaksa untuk mempersiapkan dakwaan terhadap PM Israel tersebut. Pihak kepolisian menyatakan telah menyelesaikan dua penyelidikan korupsi terhadap Netanyahu. Penyelidikan tersebut dilaporkan berhubungan dengan pengusaha Arnon Milchan dan pengusaha lain asal Australia James Packer.

Selain itu, bukti yang cukup terkait dugaan Netanyahu “menerima suap, melakukan tindakan korupsi dan menyalahkan tugas” juga telah dicapai dalam penyelidikan korupsi lainnya yang disebut sebagai “File 2000”.

Penyelidikan kedua ini dilakukan terhadap Netanyahu dan Arnon Moses, pemilik dan penerbit Yedioth Ahronoth, salah satu surat kabar terbesar Israel. Polisi juga menyatakan telah mengumpulkan bukti yang cukup terkait dugaan penerimaan suap dalam penyelidikan tersebut.

Tolak Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak mengundurkan diri terkait rekomendasi kepolisian untuk menuntutnya dalam kasus korupsi. Dia juga menyebut pemerintahan dalam kondisi stabil, demikian pula dengan partai-partai pendukungnya.

“Saya ingin meyakinkan bahwa koalisi dalam kondisi stabil. Kami akan terus bekerja sama demi kebaikan warga Israel sampai akhir masa jabatan,” kata Netanyahu, di Tel Aviv, dikutip dari AFP, sebagaimana dilaporkan inews.id, Rabu 14 Februari.

Pada Selasa kemarin, Kepolisian merekomendasikan kepada Kejaksaan Agung untuk melanjutkan proses hukum selanjutnya kepada Netanyahu. Jaksa Agung harus masih punya waktu untuk memutuskan langkah ke depannya. Namun hal yang jelas, proses hukum untuk menyeret Netanyahu ke pengadilan butuh waktu berbulan-bulan.

Kasus korupsi bukan kali pertama terjadi terhadap perdana mentri Israel. Mantan Perdana Menteri Ehud Olmert mengundurkan diri pada 2009 setelah didakwa melakukan korupsi.

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: