Presiden Obama mengumumkan pakar keamanan komputer, Howard Schmidt sebagai Pemimpin Cybersecurity Gedung Putih yang baru, Selasa (22/12) lalu. Veteran anti-hacker ini akan menangani Staf Keamanan Nasional dan secara regular akan memiliki akses ke presiden, menurut e-mail Penasehat Keamanan Dalam Negeri, John Brennan yang telah diposting pada situs Gedung Putih.
Mei 2009, Presiden Obama menyebut ancaman cyber "salah satu tantangan paling serius yang dihadapi ekonomi dan keamanan nasional kita."
Sebelum menempati jabatan ini, Howard Schmidt merupakan presiden dan CEO dari Forum Keamanan Informasi nirlaba dan telah berpengalaman selama 40 tahun bekerja dalam pemerintahan, penegakkan hukum, serta sektor swasta. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai penasehat keamanan internet di bawah Bush dari 2001 hingga 2003.
Dalam sebuah video pembicaraan Schmidt pada situs Gedung Putih, ia mengatakan "Hidup kita telah diperkaya dalam bebagai cara oleh tekhnologi yang kini menjadi bagian paling tertata dari hari ke hari pada kehidupan kita." Tekhnologi ini juga telah membuat kerahasiaan dan keamanan lebih rentan terhadap pencurian data dan identitas melalui serangan cyber oleh malware, spyware, phising, pharming dan lain-lain. Dalam skala besar, serangan cyber dapat menghancurkan infrastruktur, mengacaukan bisnis dan perbankan serta membahayakan pertahanan militer.
Menurut laporan tahunan 2009 Kongres dari Komisi Kajian Ekonomi dan Keamanan China-AS, dalam 2008 jumlah serangan cyber terhadap Departemen Pertahanan dilaporkan mencapai 54.640. Pada 2009, sejak 1 Januari hingga 30 Juni jumlahnya telah mencapai 43.789.
Menurut laporan Brigadir Jenderal John Davis, wakil komandan Operasional Kerja Sama Global Network, April 2009, mengatakan, selama enam bulan sebelumnya militer AS telah menghabiskan lebih dari $ 100 juta pada "tenaga kerja, waktu, kontraktor, peralatan, tekhnologi, serta sejumlah prosedur" untuk memperbaiki serangan pada jaringan-jaringannya.
Sebagai pemimpin cybersecurity, Schmidt bertugas dengan kebersamaan baru, strategi komprehensif pada cybersecurity untuk menjaga sejumlah jaringan di Amerika Serikat. Ini juga akan menjadi tugasnya dalam mengatur sejumlah aktifitas cybersecurity seluruh pemerintahan serta memastikan respon terhadap insiden cyber masa depan yang menyatu dan terorganisir. Menurut video pembicaraan Schmidt pada situs Gedung Putih, Presiden Obama telah meminta ia untuk memperkuat kerjasama swasta-publik demikian pula kerjasama dengan gabungan internasional. Ia juga telah meminta untuk memimpin sebuah kampanye guna meningkatkan kesadaran akan cybersecurity serta mempromosikan penelitian dan pengembangan tekhnologi baru cybersecurity.
Juni 2009 lalu, Menteri Pertahanan Robert Gates mengumumkan pembentukan komando militer baru untuk menangani kemampuan serangan dan pertahanan cyber, menurut laporan AFP, 23 Juni. Komando Cyber ini mulai beroperasi Oktober dan dirancang untuk menghadapi cyberwarfare serta melindungi jaringan komputer AS.
Menurut Komisi Kajian Ekonomi dan Keamanan AS-China, kebanyakan serangan cyber di Ameriak Serikat tampaknya berasal dari China. Meskipun beberapa hacker sulit dilacak, situasional serta bukti forensik menunjukkan keterlibatan rezim komunis China. Upaya rezim terfokus pada target kumpulan intelejen AS serta kelompok-kelompok aktivis China.
Tahun ini, baik kerajaan Inggris maupun Australia juga telah mengumumkan rencananya untuk meningkatkan cybersecurity. Juli lalu, pemerintah Inggris mempublikasikan strategi cybersecurity pertamanya dalam rangka menerapkan pendekatan kohesif untuk mengatasi masalah yang sedang berkembang.
23 November lalu, Jaksa Agung Australia, Robert McClelland, pertama kalinya memperkenalkan rencana komprehensif cybersecurity Australia. Strategi ini membangkitkan intelejen Australia, cyber dan peran kepolisian serta tanggung jawab untuk melindungi pengguna internet Australia. Strategi ini juga membentuk Tim Tanggap Darurat Komputer (CERT) Australia, yang operasionalnya akan dimulai Januari 2010.
Strategi cybersecurity Australia bertujuan untuk "mempertahankan sejumlah lembaga ekonomi, infrastruktur kritis, lembaga pemerintahan, bisnis serta pengguna pribadi dari ancaman cyber," ujar McClelland dalam sebuah konferensi pers.
Mei 2008, pemerintah AS telah melakukan investigasi apakah para pejabat China secara rahasia telah meng-copy isi laptop pemerintah AS selama kunjungan menteri perdagangan AS ke China dan menggunakan informasi ini untuk mencoba menembus komputer Departemen Perdagangan. Penyelidikan ini masih sedang berlanjut.
April 2008, sejumlah pejabat pemerintah India mengkonfirmasi bahwa jaringan komputer dan server Kementerian Luar Negerinya telah menjadi korban penyusupan yang diduga berasal dari China.
Mei 2008, pemerintah Belgia melaporkan bahwa mereka telah beberapa kali menjadi target hacker rezim komunis China.
[muslimdaily.net/EBaru]