Syeikh Raed Salah, Tokoh Palestina Hadapi Tambahan Kurungan Penjara

TEPI BARAT, muslimdaily.net – Pengadilan Israel akan memeriksa permintaan oleh otoritas penjara untuk memperpanjang kurungan isolasi terhadap Syeikh Raed Salah, pemimpin Gerakan Islam di Israel, selama enam bulan kedepan, demikian menurut seorang pengacara salah satu tokoh perlawanan Palestina tersebut.

Pengacara Khaled Zabarqa mengatakan bahwa permintaan tersebut diajukan sebelum Syeikh Raed Salah menyelesaikan enam bulan pertama dalam kurungan isolasi.

“Permintaan itu diajukan minggu lalu, akan diperiksa oleh Pengadilan Negeri Israel pada hari Kamis,” ungkap Khaled sebagaimana diberitakan worldbulletin.net.

“Tidak ada pembenaran atas terisolasinya Syeikh Raed,” kata Zabarqa. “Permintaan ini hanya memperkuat keyakinan kami bahwa masalah ini (yaitu, penahanan Salah) bersifat politis.”

Dia kemudian menyatakan bahwa Syeikh Raed Salah dipilih untuk dihukum oleh pemerintah Israel sebagai bentuk hukuman atas upayanya dalam beberapa tahun terakhir menarik perhatian dunia internasional pada penderitaan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.

Pengacara tersebut juga memperingatkan kemungkinan bertambahnya waktu kurungan akan membuat kondisi kesehatan Syeikh Raed Salah semakin menurun.

Pada bulan Agustus tahun lalu, polisi Israel menangkap Syeikh Raed Salah dari rumahnya di kota Umm al-Fahm di utara Israel atas tuduhan menghasut kekerasan.

Israel melarang Gerakan Islam, organisasi yang dipimpin Syeikh Raed Salah, pada akhir tahun 2015 karena tuduhan “kegiatan anti-Israel”.

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: