• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Sport » Detail
Kelonggaran FIFA Ditentang Feminis Prancis
Diposting Selasa, 03-01-2012 | 06:40:56 WIB

Sebuah keputusan dari badan sepakbola dunia yang memungkinkan pemain wanita Muslim untuk mengenakanl jilbab di lapangan dikecam oleh kelompok feminis di Prancis.

"Untuk menerima kode pakaian khusus untuk atlet perempuan tidak hanya memperkenalkan diskriminasi antara atlet tetapi bertentangan dengan peraturan yang mengatur gerakan olahraga, menetapkan aturan berpakaian yang sama untuk semua atlet tanpa memperhatikan asal atau keyakinan," kata tiga kelompok Perancis dalam sebuah surat terbuka untuk presiden FIFA Sepp Blatter dikutip oleh Middle East Onlinee, sebagaiman diwartakan oleh onislam.net pada hari Senin.

Surat itu ditandatangani oleh Liga Hak Perempuan Internasional (LDIF), FEMIX'SPORTS dan Koordinasi Perancis untuk Lobby Wanita Eropa.

Kecaman ini menyusul keputusan oleh FIFA untuk mendukung proposal oleh komite eksekutif bulan lalu untuk mencabut larangan kontroversial tentang pemain wanita untuk mengenakan jilbab di lapangan.

Perubahan ini datang pada permintaan dari panitia Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) perempuan untuk mempertimbangkan kembali larangan tersebut.

Aturan FIFA melarang pemakaian jilbab di lapangan.

Pada bulan April 2010, FIFA mengumumkan bahwa ia berencana untuk melarang jilbab dan acara keagamaan lainnya selama Olimpiade 2012.


Tidak Masalah

Kelompok Perancis tersebut juga mengolok-olok aturan yang dikeluarkan FIFA tersebut.

"Untuk berpura-pura bahwa jilbab adalah simbol budaya dan tidak religius tidak hanya masuk akal, tetapi tidak benar," kata mereka, mengacu pada pernyataan AFC bahwa jilbab adalah "budaya daripada simbol religius".

"Olahraga harus tetap jelas mengganggu politik dan agama," kelompok Perancis mengatakan.

Islam melihat jilbab sebagai kode wajib berpakaian, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang.

Prancis melarang wanita Muslim mengenakan jilbab di tempat umum pada 2004 dan cadar pada tahun 2011.

Jilbab tidak pernah menimbulkan masalah bagi atlet muslim yang berjilbab.

Pada Olimpiade 2008 di Beijing, 6 atlet dari Mesir, tiga Iran, seorang Afghan dan Yaman ikut perlombaan pada berlari, mendayung, taekwondo dan panahan dengan tetap memakai jilbab.

[muslimdaily.net/onislam]




Tweet

Top View

  • Fahri Hamzah: Kita Tidak Setuju Dengan Irshad ...
  • Dr. Hamid Fahmy: Fahri Hamzah Salah Memahami ...
  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Di Twitter Fahri Hamzah Memberi Kuliah, Adian ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Ustadz Dr. Mu'inudinillah: Fahri Hamzah Bodoh ...
  • Ulil Ngeyel Mirip Bani Israel, Kata Sekjen MIUMI
  • Pesepakbola Yaya Toure: Saya Tidak Minum Alkohol, ...
  • Hasyim Muzadi: Waspada Diskusi Dengan Irshad Manji
  • Diskusi Irshad Manji Di Malaysia Dibatalkan

Latest Post

  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Universitas di China Siap Kerjasama Dengan MUI
  • Inilah Alasan Polda Metro Jaya Menolak Konser Lady ...
  • Tak Hanya FPI, Lembaga Adat Pun Juga Menolak ...
  • Meluruskan Pemberitaan Menyesatkan Bahwa Penumpang ...
  • Pemuda Muslim Jerman Tergerak Aksi Bela Nabi ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Rusia Klaim Tewaskan Tujuh Gerilyawan Muslim ...
  • Malam Ini, Dialog Pegiat #IndonesiaTanpaJIL vs JIL ...
  • Samir Khan Terbitkan Panduan Untuk Mujahid ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed