Sebuah keputusan dari badan sepakbola dunia yang memungkinkan pemain wanita Muslim untuk mengenakanl jilbab di lapangan dikecam oleh kelompok feminis di Prancis.
"Untuk menerima kode pakaian khusus untuk atlet perempuan tidak hanya memperkenalkan diskriminasi antara atlet tetapi bertentangan dengan peraturan yang mengatur gerakan olahraga, menetapkan aturan berpakaian yang sama untuk semua atlet tanpa memperhatikan asal atau keyakinan," kata tiga kelompok Perancis dalam sebuah surat terbuka untuk presiden FIFA Sepp Blatter dikutip oleh Middle East Onlinee, sebagaiman diwartakan oleh onislam.net pada hari Senin.
Surat itu ditandatangani oleh Liga Hak Perempuan Internasional (LDIF), FEMIX'SPORTS dan Koordinasi Perancis untuk Lobby Wanita Eropa.
Kecaman ini menyusul keputusan oleh FIFA untuk mendukung proposal oleh komite eksekutif bulan lalu untuk mencabut larangan kontroversial tentang pemain wanita untuk mengenakan jilbab di lapangan.
Perubahan ini datang pada permintaan dari panitia Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) perempuan untuk mempertimbangkan kembali larangan tersebut.
Aturan FIFA melarang pemakaian jilbab di lapangan.
Pada bulan April 2010, FIFA mengumumkan bahwa ia berencana untuk melarang jilbab dan acara keagamaan lainnya selama Olimpiade 2012.
Tidak Masalah
Kelompok Perancis tersebut juga mengolok-olok aturan yang dikeluarkan FIFA tersebut.
"Untuk berpura-pura bahwa jilbab adalah simbol budaya dan tidak religius tidak hanya masuk akal, tetapi tidak benar," kata mereka, mengacu pada pernyataan AFC bahwa jilbab adalah "budaya daripada simbol religius".
"Olahraga harus tetap jelas mengganggu politik dan agama," kelompok Perancis mengatakan.
Islam melihat jilbab sebagai kode wajib berpakaian, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang.
Prancis melarang wanita Muslim mengenakan jilbab di tempat umum pada 2004 dan cadar pada tahun 2011.
Jilbab tidak pernah menimbulkan masalah bagi atlet muslim yang berjilbab.
Pada Olimpiade 2008 di Beijing, 6 atlet dari Mesir, tiga Iran, seorang Afghan dan Yaman ikut perlombaan pada berlari, mendayung, taekwondo dan panahan dengan tetap memakai jilbab.
[muslimdaily.net/onislam]
Kelonggaran FIFA Ditentang Feminis Prancis
Diposting Selasa, 03-01-2012 | 06:40:56 WIB
Diposting Selasa, 03-01-2012 | 06:40:56 WIB
