Badan yang mengatur sepakbola dunia akan meninjau ulang larangan kontroversial mengenakan jilbab, sebuah langkah yang dilihat untuk memungkinkan pemain Muslim untuk mengenakan pakaian tertutup di lapangan.
"Saya sangat senang bahwa komite eksekutif AFC telah menyetujui untuk meninjau kasus Hukum Permainan dalam mendukung memungkinkan jilbab yang aman," kata wakil presiden FIFA Pangeran Ali Bin Al Hussein dari Yordania dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip laman onislam pada hari Kamis.
"Ini merupakan langkah penting ke depan."
Tinjauan larangan jilbab akan dilakukan selama pertemuan Komite Eksekutif FIFA di Tokyo bulan depan. Langkah ini datang dari permintaan dari komite perempuan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) untuk mempertimbangkan kembali larangan tersebut. Aturan FIFA melarang pemakaian jilbab di lapangan.
Pada bulan April 2010, FIFA mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk melarang jilbab dan pakaian keagamaan lainnya selama Olimpiade 2012.
Juni lalu, badan memutuskan bahwa pakaian dari tim sepak bola wanita syiah Iran melanggar aturan, menggagalkan ambisi tim sepakbola negara itu untuk ikut olimpiade.
FIFA wakil presiden mengatakan bahwa larangan meninjau bertujuan untuk menghilangkan hambatan untuk pemain wanita.
"Tujuan kami di akhir hari adalah untuk memastikan bahwa semua wanita mampu bermain sepak bola di semua tingkatan tanpa hambatan," katanya.
"Saya terutama ingin mengucapkan terima kasih kepada wakil presiden AFC Moya Dodd, yang memimpin komite perempuan, untuk pekerjaan yang berharga tentang masalah ini."
[muslimdaily.net/onislam]
FIFA Akan Tinjau Ulang Larangan Jilbab
Diposting Jum'at, 25-11-2011 | 06:00:17 WIB
Diposting Jum'at, 25-11-2011 | 06:00:17 WIB
