Setelah Tutup Masjid Al Aqsha, Israel Pasang Metal Detector Di Pintu Masuk

AL QUDS, muslimdaily.net – Masjid Al-Aqsha ditutup menyusul serangan bersenjata yang dilakukan tiga pemuda Palestina terhadap polisi Israel di dekat masjid Jumat 14 Juli. Sedikitnya dua polisi Israel tewas dan sejumla lainnya luka-luka akibat insiden itu. Setelah kejadian itu, tentara Israel secara sepihak menutup paksa gerbang Masjid Al-Aqsha dan melarang umat Islam melakukan shalat Jumat di dalam Masjid.

Tiga pria Arab bersenjata yang melakukan serangan telah ditembak mati tak lama setelah menembaki sejumlah warga Israel, pada Jumat (14/7/2017) pagi. Dari sejumlah warga Israel yang ditembaki itu, dua di antaranya polisi yang akhirnya tewas. Aksi tiga pemuda itu sebagi bentuk perlawanan terhadap penjajahan masjid kiblat pertama umat Islam tersebut. Umat Islam sangat sulit menjalan ibadah di tempat suci itu.

Mufti Agung Yerusalem Sheikh Mohammad Ahmed Hussein mengecam penutupan masjid suci itu. Dia kemudian ditahan pasukan polisi Israel setelah memimpin doa terbuka di dekat lokasi serangan.

”Polisi Israel menahan ayah saya dengan kekerasan dan membawanya ke tempat tujuan yang tidak diketahui,” kata Omar, putra Mufti Agung Yerusalem, demikian pemberitaan sindonews.com.

Hussein kemudian dibebaskan dengan uang jaminan senilai USD2.800.

Haj Khalil Abu Elsheikh, 77 tahun, warga muslim yang melakukan perjalanan sejauh 100 km dari Beer-sheva untuk menghadiri salat Jumat di masjid al-Aqsa, kesal dengan tindakan polisi Israel.

”Tidak ada agama yang mengizinkan seperti ini,” ujarnya kepada Al Jazeera, yang dilansir Sabtu (15/7/2017). ”Tidak ada kepercayaan yang menerima ini.”

Dibuka Hari Ahad

Pada Ahad  pagi, otoritas pendudukan Israel memasang gerbang elektronik atau metal detektor di pintu masuk Masjid al-Aqsha di Yerusalem yang diduduki setelah pemerintah pendudukan Israel mengepung halaman Masjid dengan tentara, dan berusaha menyembunyikan kerusakan yang diakibatkan oleh tentara Israel. Hal ini merupakan aksi kelanjutan setelah Israel menutup Masjid al-Aqsha dan melarang shalat Jumat di masjid tersebut.

Israel memperketat langkah-langkah keamanan di pintu masuk masjid. Selain penjaga keamanan, kamera CCTV dan pintu detektor logam kini dipasang di pintu-pintu menuju Masjidil Al-Aqsha.

Menurut media Mesir, Al-Misr Al-Youm, umat Islam mulai memasuki kompleks Masjidil Al-Aqsha. Namun mereka harus melalui proses pemeriksaan ketat, tidak seperti sebelumnya.

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: