Rencana Larangan Jilbab Untuk Anak Sekolah Tuai Reaksi Muslim Jerman

BERLIN, muslimdaily.net – Sebuah proposal untuk melarang jilbab untuk anak perempuan di bawah 14 tahun di negara bagian Jerman yang paling padat penduduknya, North Rhine Westphalia, telah memicu reaksi beragam, menarik garis pembatas antara yang mendukung dan menentang hal itu.

“Gagasan bahwa anak perempuan Muslim dipaksa untuk menutupi rambut mereka sudah ketinggalan zaman,” kata Burhan Kesici, ketua Islamrat, sebuah organisasi Islam dari muslim asal Turki, kepada Deutsche Welle, demikian lansir aboutislam.net, Selasa 10 April.

“Pemaksaan jilbab dan larangan jilbab berada dalam nada yang sama; mereka berdua membahayakan umat Islam. ”

Usulan larangan itu muncul setelah organisasi feminis yang berkantor di Jerman ‘Terre des Femmes’ menyatakan ungkapas sinis atas “semakin banyak gadis berjilbab di sekolah dasar.”

“Anak-anak kecil tidak boleh dipaksa untuk menutupi rambut mereka karena alasan agama,” kata Menteri Integrasi Rhine Utara Westphalia, Joachim Stamp.

Di sisi lain, kepala Konferensi Menteri Pendidikan, Helmut Holter, menolak larangan itu mengatakan “harus ada menjadi fokus yang lebih besar untuk memperkuat pendidikan demokratis di sekolah. Semua anak harus bisa berkembang menjadi individu yang bebas dan mandiri. ”

Menurut beberapa studi 2011 yang dilakukan oleh Ruhr University Bochum, 2,8% penduduk North Rhine Westphalian adalah Muslim.

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: