Mentri Ghana Minta Adzan Diganti SMS atau Pesan WhatsApp

ACCRA, muslimdaily.net – Seorang menteri Ghana telah meminta masjid untuk menghentikan panggilan adzan, dan menggantinya dengan sms atau pesan WhatsApp, memicu kemarahan dan kritik dari penduduk Muslim di negara itu.

“Saya tidak menemukan sesuatu yang salah dengan orang-orang Muslim yang bangun pada waktu shubuh dan menggunakan pengeras suara untuk memanggil masyarakatnya untuk datang menyembah tuhan mereka, karena kami juga terdapat gereja-gereja Kristen yang menggunakan pengeras suara juga, dan mereka juga berceramah saat fajar,” kata Nora Nsiah , seorang warga Muslim di Accra, seperti dilaporkan Deutsche Welle, demikian lansir aboutislam.net, 16 April.

Saran itu dibuat oleh menteri lingkungan Ghana Kwabena Frimpong-Boateng sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi polusi suara.

Dia mendesak masjid untuk menggunakan sms atau pesan WhatsApp untuk memanggil komunitas Muslim untuk shalat.

“Mengapa panggilan shalat tidak dapat ditransmisikan dengan pesan teks atau WhatsApp? Jadi imam akan mengirim pesan WhatsApp ke semua orang, ” kata menteri lingkungan hidup kepada DW.

“Saya pikir itu akan membantu mengurangi kebisingan. Ini mungkin kontroversial tetapi itu sesuatu yang bisa kita pikirkan, ” katanya kepada DW.

Bagi banyak Muslim yang tinggal di ibu kota, mennilai gagasan larangan adzan dengan pengeras suara di masjid dan diganti dengan pesan SMS sangat sulit diwujudkan.

Imam masjid di kawasan Fadama, Sheikh Usan Ahmed, yang menyerukan tetap mengunakan pengeras suara di masjid shalat , mengatakan bahwa mengandalkan SMM dan WhatsApp juga bisa memiliki implikasi ekonomi.

“Imam tidak dibayar setiap bulan. Di mana dia mendapatkan uang untuk melakukan itu? Kami mencoba untuk mempraktekkan apa yang mungkin. Jadi pesan teks atau pesan lainnya tidak menjadi masalah. Tetapi saya pikir itu tidak perlu, ”kata Ahmed.

Penduduk Accra lainnya, Kevin Pratt, juga menolak saran Frimpong-Boateng.

“Tidak semua orang dikut media sosial, dan tidak semua orang melek huruf seperti dia,” katanya.

Pelarangan adzan dengan pengeras suara di negara Afrika sebelumnya juga pernah terjadi. Bulan lalu, pemerintah Rwanda melarang masjid menggunakan pengeras suara untuk adzan, di ibu kota Kigali.

Pada 2010, populasi Ghana mencapai 24,2 juta. Menurut wikipedia, 18,6% penduduk Ghana adalah Muslim. Mayoritasnya menganut Kristen.

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: