Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof.Dr.dr.Muhammad Amin menyatakan kebutuhan dokter di Indonesia masih kurang atau baru 20.000 dokter dari target yang ditentukan sebanyak 70.000.
Menurut dia, jika dihitung perjumlah penduduk yang harus dilayani seorang dokter, jumlah dokter yang ada saat ini baru sekitar 1:56 ribu (satu dokter melayani sekitar 56 ribu penduduk).
"Idealnya untuk satu dokter melayani 4.000 penduduk," katanya usai Pelantikan Dokter Periode IV 2008 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (13/8).
Adapun yang menjadi permasalahan akan kurangnya dokter di Indonesia, kata dia, dikarenakan para dokter tidak tersebar secara merata di daerah-daerah.
Hal itu disebabkan banyak dokter yang ada saat ini terkonsentrasi di kota-kota besar saja. Sedangkan di daerah khususnya daerah terpencil tidak pernah tersentuh oleh kehadiran dokter.
Selain itu, kemampuan pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas bagi dokter terbatas. Sehingga hal itu menjadi alasan banyak dokter yang memilih bekerja di kota-kota besar.
"Untuk itu, pemerintah harus menyediakan fasilitas kerja di daerah. Ini kan lucu, sudah ada dokternya tapi gak ada fasilitasnya,’ katanya.
Dilain hal, regulasi khusus dari pemerintah perlu dilakukan seperti halnya soal intensif atau gaji bagi dokter kontrak atau semisal Pegawai tidak tetap (PTT) di daerah-daerah.
Sementara itu, akibat dari kekurangan dokter tersebut dikhawatirkan bisa menyebabkan banyak dokter-dokter asing (luar negeri) yang akan datang ke Indonesia dengan gaji murah.
"Ini yang harus diantisipasi agar tidak terjadi," katanya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya berharap agar Departemen Kesehatan (Depkes) segera mencari solusi terkait hal ini, seperti halnya memberikan beasiswa untuk dokter yang berkenan kembali ke daerahnya. (fkr/kom)
