Marzuki Darusman: Myanmar Tolak Investigasi dan Halangi Akses

JENEWA, muslimdaily.net – Myanmar menolak memberikan akses penyelidik PBB dan melarang penyelidikan independen setelah menghancurkan setidaknya 319 desa, Marzuki Darusman, ketua Misi Pencarian Fakta Independen PBB di Myanmar, mengatakan pada hari Senin 12 Maret 2018.

Darusman meminta Muslim Rohingya agar tidak kembali tanpa jaminan perlindungan hak asasi manusia yang memadai dari pemerintah Myanmar.

“Orang-orang terus melarikan diri. Jumlah pendatang baru di kamp-kamp di Bangladesh berlanjut dengan kecepatan hingga 1.000 orang per minggu,” kata Darusman kepada dewan hak asasi manusia PBB di Jenewa pada hari Senin setelah melakukan lebih dari 600 wawancara mendalam dengan para korban dan saksi dugaan pelanggaran hak asasi manusia, demikian laporan anadolu agency pada laman beritanya aa.com.tr.

“Pemerintah Myanmar telah mengumumkan niat untuk menerima pengungsi kembali.Meskipun mengatakan hal ini, mereka membuldozer tanah sehingga penggambaran batas-batas rumah dan tanah orang-orang yang melarikan diri menjadi tidak dapat dilacak. Sulit untuk melihat bagaimana mereka yang kembali dapat membangun kembali kehidupan masa lalu mereka, ” kata tokoh HAM asal Indonesia terrsebut.

Baik otoritas militer dan militer Myanmar secara efektif telah melabeli seluruh populasi Rohingya sebagai “imigran ilegal” Bengali dan “teroris ekstremis”, jelas Darusman. Dia juga meminta Myanmar untuk berhenti menolak laporan bahwa pelanggaran berat hak asasi manusia telah dilakukan di negara bagian Kachin, Shan dan Rakhine.

Citra satelit menunjukkan bahwa setidaknya 319 desa hancur sebagian atau seluruhnya akibat kebakaran setelah “operasi pembersihan” dimulai pada Agustus 2017.

“Peristiwa yang kami periksa secara terperinci di negara bagian Rakhine, Kachin dan Shan adalah produk dari pola pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran HAM yang telah berlangsung lama dan ketat di Myanmar.”

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: