Said Aqil Siradj kembali serang kelompok yang ia sebut sebagai Wahabi. Said Aqil mengatakan, Wahabi memang bukan teroris. Namun ajaran-ajaran yang disampaikan menganggap ajaran lain tidak benar, sehingga harus ditentang dan mereka mengatasnamakan Islam.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengklaim, gerakan Wahabi yang berkembang di Indonesia berasal dari Arab Saudi. Tujuannya ingin mengajarkan pemurnian Islam versi mereka, sementara ajaran lain dianggap tidak benar dan harus diperangi.
"Konsep tersebut tidak cocok diterapkan di Indonesia dan harus diwaspadai. Karena dalam perkembangannya Wahabi atau Salafi itu cenderung mengarah gerakan radikal," kata Said Aqil dalam acara bedah buku "Sejarah Berdarah Salafi Wahabi" , karya Syaikh Idahram di Aula Politeknik Negeri Batam di Batam, Kepulauan Riau, Ahad kemarin, seperti dilansir MetroTV. Acara itu diprakarsai Gerakan Ansor Provinsi Kepulauan Riau dan Politeknik Negeri Batam.
Sementara itu, Gerakan Ansor di beberapa daerah bertindak makin berani. Seperti yang terjadi sepekan lalu di Kudus dan di Solo , gerakan yang mengatasnamakan Pemuda Ansor membubarkan pengajian Majelis Tafsir Al Qur'an (MTA) pimpinan Ahmad Sukina cabang Kudus. Menurut Pemuda Ansor, kelompok MTA mengharamkan kegiatan yasinan dan tahlilan. [muslimdaily.net]
Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
Diposting Senin, 06-02-2012 | 12:00:16 WIB
Diposting Senin, 06-02-2012 | 12:00:16 WIB
