Bingkisan Kondom Valentine Dijual Di Kota-Kota Besar, KPAI Angkat Bicara
Buntut ditemukannya bingkisan valentine berisi kondom dan conklat di Bandung dan sejumlah kota besar mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara. KPAI meminta Pemerintah menarik paket coklat valentine yang berhadiah kondom. Paket tersebut dijual secara bebas di sejumlah supermarket dan minimarket di kota besar.
"Saya baru menerima laporannya baru berapa jam yang lalu, itu ditemukan di beberapa daerah, seperti di supermarket di Jakarta Selatan, Geger Kalong Bandung, Depok, Medan, Manado. Saya mau membuat surat edaran ke semua instansi terkait, seperti pemilik supermarket dan pemda," ujar Sektretaris KPAI M Ikhsan, Ahad (12/2).
Menurut Ikhsan, paket valentine tersebut dikhawatirkan akan dijadikan jembatan ajang seks bebas dikalangan remaja. "Karena valentine dirayakan remaja, ya anak SMP, SMA, bahkan SD. Biasanya meraka akan saling berbagi paket, sama aja menyuruh melakukan seks bebas. Dikhawatirkan jadi ajang seks bebas," jelasnya.
KPAI, lanjut Ihsan, sudah menginformasikan kepada semua pihak, termasuk produsen, distributor, pedagang, supermarket dan masyarakat untuk menolak dan memboikot paket valentine coklat dengan kondom ini. Pasalnya hal ini sangat bertentangan dengan prinsip perlindungan anak (-18 tahun) dan demi menyelamatkan anak bangsa. Ihsan juga mengimbau kepada aparat dan pihak yang berwewenang untuk segera menertibkan paket dan perusahaan yang mengeluarkan paket tersebut.
Lebih lanjut Ikhsan menjelaskan, diketahui adanya paket tersebut atas laporan masyarakat yang masuk ke Kantor KPAI. "Itu laporan dari pengaduan masyarakat. Kawan-kawan KPAI di lapangan sedang menelusuri," tuturnya.
Perlu diketahui, dalam rangka memperingati hari valentine 14 Februari nanti, ada produk coklat mengeluarkan paket coklat yang menyisipkan kondom dalam paket tersebut. Paket tersebut dijual bebas di beberapa daerah di kota-kota besar di Indonesia. Redaksi MuslimDaily pertama kali menemukannya melalui twitter yang difoto di Bandung. (baca: Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di Minimarket Bandung)
MUI Sesalkan Bingkisan Valentine Kondom
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyesalkan peredaran coklat yang dijual secara bersama-sama dengan kondom di sejumlah minimarket.
Ketua MUI, Amidhan, mengatakan, jika temuan itu benar maka minimarket itu perlu diboikot. ''Jadi kita belanjanya di pasar tradisional saja,'' katanya, di Jakarta, Ahad (12/2) malam, sebagaimana dikutip dari Republika.
Pernyataan Amidhan ini disampaikan menyusul adanya laporan dari masyarakat. Dalam laporan itu disampaikan bahwa telah ditemukan penjualan paket coklat bersama kondom di beberapa outlet minimarket. Amidhan mendapat laporan, temuan itu ada di beberapa gerai minimarket.
Amidhan mengatakan, penjualan semacam ini sudah masuk ke dalam kategori perbuatan untuk mendorong pornoaksi di masyarakat. ''Untuk itu perlu adanya ketegasan sikap,'' ujarnya.
Valentine's Day Haram
Jauh-jauh hari sebelum ditemukannya bingkisan kondom dan coklat dalam bingkisan valentine, Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW-NU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, sudah lama mengimbau kaum muslimin untuk tidak merayakan "Valentine Days" atau Hari Kasih Sayang yang jatuh pada Selasa 14 Februari 2012 mendatang.
“Setiap tahunnya kami selalu meminta dan melarang masyarakat tidak merayakan Valentine. Itu bukan budaya Islam,” kata Tgk H Faisal Ali, yang juga merupakan Sekretaris jenderal Himpunan Ulama Dayah Aceh (Sekjen HUDA), kepada Rakyat Aceh, Ahad (5/2). (muslimdaily/bbs)
