Masih simpang siurnya berita kondisi Ambon setelah kerusuhan 11 September lalu, membuat masyarakat bertanya-tanya apakah benar Ambon sudah kondusif. Sementara sebagian media terkesan menutup-nutupi kejadian sebenarnya, hanya diberitakan terjadi kerusuhan namun sehari kemudian diberitakan sudah aman dan kondusif.Seperti diketahui, pada 11 September kemarin terjadi kerusuhan cukup besar di Ambon, yang menurut berita diawali dari tewasnya seorang tukang ojek bernama Darmin Saiman. Pihak Muslim mengklaim Darmin tewas dibunuh orang Kristen, sedang kepolisian bersikukuh tukang ojek itu meninggal murni karena kecelakaan.
Hingga hari ini, korban kerusuhan Ambon sejak 11 September kemarin berjumlah tujuh orang. Sulit melacak siapa saja korban dan dari pihak mana.
Sedangkan hari ini Selasa 20 September 2011, redaksi MuslimDaily mendapatkan pesan singkat bahwa terjadi penangkapan terhadap tiga pria di Ambon. Pesan itu menyebutkan tiga pria yang ditangkap dikaitkan dengan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Ketiga pria itu adalah Bagas Eko 43 tahun, warga asal Sumenep Madura, Didin Rohidin 34 tahun, warga Sumedang Jawa Barat dan Kahyari 39 tahun, warga Sukamaju Garut.
Dari informasi yang didapat, ketiga pria tersebut ditangkap ketika turun di Bandara Pattimura. Tidak disebutkan apa tujuan ketiga pria yang ditangkap tersebut. Untuk diketahui, pasca rusuh Bandara Pattimura memberlakukan pengamanan lebih ketat, para pendatang yang tidak mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli Ambon tidak diijinkan melewati bandara, kecuali ada tujuan jelas yang dapat dipertanggung jawabkan. [muslimdaily.net]
