• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Lokal » Detail
Cita-Cita Syahid Ridwan pun Tercapai
Diposting Minggu, 14-03-2010 | 18:40:56 WIB
Hari Sabtu kemarin, 13 Maret 2010 sekitar pukul 11 siang. Jenazah Nico Prestiando alias Ridwan, pria yang ditembak mati hari Selasa tanggal 9 Maret 2010 di gang Asem, Pamulang akhirnya dimakamkan. Jenazah pria yang lahir pada tahun 1978 ini disemayamkan sebentar di rumah yang beralamat di Jalan Bulak Sereh, Gg Masjid No 57, RT10/04, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Kemudian jenazah dibuka untuk dilihat kondisinya, pada bagian dada terdapat lima lubang bekas tembakan, darah segar masih mengalir dari bekas luka tersebut sehingga tubuh Ridwan harus dibalut plastik warna hitam dibawah kain kafan yang menutupi tubuhnya.

Menurut kabar yang kami terima, saat kejadian penembakan berlangsung, Ridwan direbahkan didepan warung di gang Asem tersebut kemudian ditembak sebanyak lima kali hingga tembus ke lantai dibawahnya dan meninggalkan bekas lubang peluru berjumlah lima lubang.

Kemudian jenazah tidak dimandikan atau diganti lagi kain kafannya, lalu dibawa ke mushola di belakang rumah untuk disolatkan. Setelah disolatkan, jenazah Ridwan atau Nico kemudian dibawa ke TPU Pondok Rangon yang berjarak sekitar 7 km dari rumahnya. Sebanyak 40-an pelayat turut mengantarkan jenazah ke liang lahat dan menguburkan.

Ridwan meninggalkan seorang istri bernama Eka dan seorang putri bernama Hafshoh yang baru berumur 6 bulan. Sebelumnya, seperti yang dituturkan kepada istrinya, Ridwan pernah menyampaikan jika ia menginginkan mati Syahid di jalan Allah. Istrinya mengatakan akhirnya doa itu terkabul. Pria bernama asli Nico Prestiando yang kemudian mengganti namanya menjadi Ridwan ini diketahui merupakan alumni Camp Mujahidin di Moro, Filipina, ia berangkat ke Moro pada tahun 2004 dan baru kembali ke Indonesia pada awal tahun 2007.

Akhirnya Ridwan mewujudkan cita-citanya untuk gugur Syahid di bunuh oleh musuh, hanya orang-orang terbaik yang dipilih Allah untuk gugur di jalan-Nya.

[muslimdaily.net]



Tweet

Top View

  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed