BANDUNG - Longsor yang terjadi di Desa Tenjolaya, kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, kabupaten Bandung pada hari selasa (23/02/2010) menyebabkan puluhan rumah rusak berat, banyak korban hilang dan terkubur, selain korban meninggal, banyak dari para penduduk yang terpaksa mengungsi.Untuk membantu para korban MER-C menurunkan tim medis yang berangkat dari jakarta pada hari jumat (26/02/2010). Tim terdiri dari dokter, perawat, dan logistik, berangkat dari kantor pusat seketariat MER-C pada jumat pagi, dengan membawa obat-obatan.
Tim tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan pusat informasi yang berada di sana, selain untuk melaporkan keberadaan tim, juga untuk mengetahui jumlah pengungsi dan wilayah mana saja yang dijadikan titik pengungsi.
Pada awalnya tim menuju ke daerah pengungsian kanan, di wilayah pengungsian ini di tampung sebanyak 110 orang pengungsi. Dan sudah mendapatkan bantuan medis dari Palang Merah Indonesia (PMI), perjalanan pun dilanjutkan setelah mendapatkan informasi lanjutan bahwa ada beberapa daerah yang masih belum mendapatkan bantuan medis.
Dari pusat informasi, tim MER-C memperoleh data dan diarahkan ke 5 desa, yaitu Desa Cisondari, Tenjolaya, Sugimukti, Cibodas dan Cipandawa. Setelah mendapatkan informasi, tim MER-C diantarkan ke Desa Cisondari dan disambut baik oleh Partai Amanat Nasional dan masyarakat setempat, tim pun diantar ke rumah penduduk yang dijadikan tempat pengungsian.Tim MER-C segera melakukan pengobatan. Setelah selesai melakukan pengobatan, MER-C melanjutkan perjalanan ke Desa Tenjolaya, tim kemudian berkoordinasi dengan sekretaris desa dan bidan Elis. Berdasarkan informasi Untuk Pengungsi di Desa Tenjolaya telah di tangani kesehatannya oleh Bidan Elis.
Tim pun melanjutkan perjalanan untuk menuju Desa Sugimukti, di desa ini terdapat 72 orang pengungsi, yang sebagian besar terdiri dari anak-anak. Selain mengadakan pengobatan , kami pun mendapati seorang pengungsi , Pak Ade yang menderita patah tulang akibat tertimbun tanah longsor, di peroleh informasi tambahan kalau anak dan istri Pak Ade masuk dalam daftar korban meninggal. Karena pengobatan sampai malam, tim pun memutuskan untuk bermalam di desa ini.
Pada hari Sabtu pagi (27/02/2010) tim MER-C mendapatkan informasi bahwa di desa Cibodas dan desa Cipandawa belum mendapatkan bantuan medis, setelah berkoordinasi, tim pun diantarkan ke sana. Tim melakukan pengobatan dari rumah ke rumah yang menampung para pengungsi. Dari pengobatan yang di lakukan mayoritas para pengungsi menderita ISPA, Trauma da Hipertensi.
Berdasarkan keterangan dari pusat informasi , pengungsi korban tanah longsor Desa Tenjolaya Kampung Dewata Kecamatan Pasir Jambu ada sekitar 400 orang pengungsi, yang tersebar di 6 Desa. Selain itu banyak dari para pengungsi yang tinggal di rumah-rumah penduduk yang selamat dari longsor. Dengan sistem mobile clinic, tim mendatangi para pengungsi korban longsor.
Desa yang menjadi tempat pengungsian adalah Desa Cisondari, Tenjolaya, Sugimukti, Kanaan, Cibodas dan Cipandawa. Setelah tim MER-C melakukan pengobatan bagi pengungsi pada empat desa tempat pengungsian, dan dua desa lainnya telah ditangani oleh pihak lain, MER-C menganggap masalah medis pengungsi telah tertangani.
[muslimdaily.net/mer-c]
