• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Lokal » Detail
Polisi wanti-wanti Ancaman Terorisme Dibalik Masalah Imigran Gelap
Diposting Minggu, 10-01-2010 | 05:19:56 WIB
Menurut laporan intelejen Indonesia yang dirilis baru-baru ini, ada indikasi bahwa imigran gelap yang rata-rata berasal dari afghanistan dan Srilanka terkait dengan gerakan terorisme,  hal ini ditegaskan oleh jendral komisaris Ito Sumardi.

"Kami menerima informasi intelijen awal yang menunjukkan imigran ini mungkin akan diikuti oleh orang-orang yang memiliki hubungan dengan beberapa organisasi teroris," kata Ito.
Saat ini Indonesia di banjiri pengungsi yang berasal dari afghanistan dan srilanka, mereka mengunakan Indonesia sebagai tempat transit menuju Australia dan Selandia Baru atau sebagai tempat tujuan, Indonesia sebagai Negara Muslim terbesar di dunia bagi para pengungsi adalah tempat yang nyaman dan bersahabat.
 
Keyakinan yang dianut para imigran dan mayoritas rakyat Indonesia menurut ito, sangat mudah untuk menjalin pertemanan diantara mereka dan setiap kegiatan teroris bisa berasal dari kegiatan informal yang didasarkan pada agama yang sama.

Tapi ito ketika ditanya tentang tindakan apa yang akan diambil polisi terkait dengan imigran gelap yang di kaitkan dengan terorisme, ito tidak mau menjawab pertanyaan yang di ajukan padanya.

Namun analisa ini dibantah oleh seorang yang pernah bertugas dilapangan dalam perang  melawan teroris, dia tidak sependapat dengan apa yang disimpulkan oleh ito. Menurut  sumber yang tidak mau disebutkan namanya ini, ia berkata “Dalam pengalaman yang luas dalam menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan terorisme, saya tidak menemukan indikasi seperti menghubungkan imigrasi ilegal dan terorisme. Calon teroris biasanya menemukan cara mereka melalui kegiatan-kegiatan seperti kelas resital Qur'an atau menggunakan kegiatan keagamaan lain sebagai penutup,” lanjut sumber yang berpangkat perwira ini.

"Tidak ada teroris yang memasuki negeri yang menjadi target sasaran mereka dengan melalui imigrasi yang ilegal", tambahnya.

Tapi dia mengakui bahwa teroris mungkin telah mengubah strategi  untuk menginfiltrasi negara yang menjadi target mereka.

"Kita harus menunggu dan melihat apa yang berkembang," tutupnya.

[muslimdaily.net/JakP/hanif]





Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed