• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Pengadilan Italia Vonis Bersalah Agen CIA Atas Penculikan Imam Masjid
Diposting Jum'at, 06-11-2009 | 05:56:28 WIB

Seorang hakim di Italia memvonis bersalah 23 agen CIA yang menculik dan menyiksa seorang ulama dalam persidangan kriminal pertama dan kontroversial bagi aparat keamanan AS di luar negeri, demikian berita the Washington Post, Kamis 5 November.

"Keputusan ini membawa pesan yang jelas bagi semua pemerintahan bahwa meskipun memerangi terorisme anda tidak dapat mengabaikan hak dasar dalam demokrasi kita," ujar wakil pimpinan kejaksaan Milam, Armando Spataro.

Hakim Oscar Magi memberikan vonis 22 agen CIA 5 tahun penjara karena menculik dan menyiksa seorang ulama asal Mesir Hassan Osama Nasr dari Italia tahun 2003 silam dan mengirimnya ke Kairo yang selanjutya disiksa di sana.

Pengadilan juga menghukum 8 tahun penjara terhadap kepala CIA di Milan saat itu Robert Seldon Lady.
Dua agen rahasia Italia juga mendapatkan 3 tahun hukuman penjara karena  terlibat penculikan.

3 orang Amerika yang lain termasuk mantan kepala CIA di Roma dicabut kekebalan diplomatiknya.
Hassan Osama Nasr adalah mantan imam di sebuah masjid di kota Milan, diculik saat dia sedang berjalan dari rumah menuju masjid dan diikat dan dimasukkan ke dalam sebuah van.

Kemudian dia dibawa ke pangkalan militer Amerika di Aviano, Italia utara dan selanjutnya ke Mesir dimana dia banyak mendapatkan penyiksaan.

Sejak peristiwa 11 September, CIA telah menculik lebih dari 100 orang dari berbagai negara atas alasan terorisme. Pemerintahan Bush mengatakan aktivitas ini merupakan bagian dari "kepentingan pertahanan negara". Selanjutnya pemerintahan Obama nampaknya masih memakai cara ini.

[muslimdaily.net/IOL]




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed