Di tengah ramai-ramainya berita mengenai peledakan bom di Jakarta hari Jum'at pagi. Umat Muslim kota Solo / Surakarta masih melakukan unjuk rasa untuk memberikan dukungan solidaritas dan terhadap Muslim Xinjiang.
Aksi demonstrasi dimulai ba'da sholat Jum'at dengan long march dari stadion Sriwedari sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga bundaran Gladak. Diikuti ratusan umat Islam Surakarta dari berbagai elemen diantaranya Jamaah Ansharut Tauhid, FKAM, Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ponpes Darusy Syahadah, Ponpes Isy Karima dan beberapa elemen umat Islam lainnya.
Orasi dipimpin oleh ustad Abu Bakar Ba'asyir, dalam orasinya beliau menyatakan jika membantu saudara Muslim Xinjiang adalah wajib. "Jika pejabat Indonesia mulai dari Presiden, polisi sampai tentara mengaku Muslim dan ingin masuk surga maka harus segera memutuskan hubungan dengan China, kalo tidak maka dia murtad", kata ustad Abu dalam aksi demonstrasi di siang hari yang panas tersebut.
Di bawah sengatan panas matahari ustad Abu mengatakan hidup tidak dengan sistem Islam akan tertindas, wajib peduli dengan saudara sesama muslim minimal membantu dengan doa, kalo ada jalan untuk berjihad maka berjihad melawan pemerintah kafir komunis China. Islam dengan senjata tidak boleh dipisahkan hanya orang bodoh saja yang mengatakan bahwa Islam tidak boleh dengan senjata.
Setelah ustad Abu, beberapa tokoh Islam lainnya juga berorasi dari atas mobil pick-up. Aksi ini diakhiri menjelang waktu Ashar.
[muslimdaily.net]