• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Lokal » Detail
Proyek Tol Belah Pesantren, Santri Minta Menag Minta Maaf
Diposting Kamis, 02-07-2009 | 16:03:09 WIB
Puluhan santri dan alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon yang tersebar di Jakarta melakukan aksi protes sebagai bentuk keperihatinan terhadap rencana pemerintah membangun mega proyek tol Cikopo-Palimanan yang akan membelah kawasan Pesantren Babakan.

Rabu (1/7) kemarin, mereka melakukan orasi di depan kantor Departemen Agama pusat di Jakarta. Mereka memprotes campur tangan Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni yang dinilai tidak memiliki wewenang untuk mendukung proyek ini.

Melalui suratnya Menag ikut mendesak pihak Departemen Pekerjaan Umum (PU) agar melanjutkan proyek ini meskipun membelah pesantren. Karena itu para santri dan alumni menuntut agar Menag meminta maaf kepada para kiai dan ulama Pesantren Babakan Ciwaringin dan masyarakat serta mencabut kembali surat tersebut.

“Pesantren merupakan benteng pertahanan dari serangan neo imperialisme-kolonialisme ekonomi-kebudayaan yang menggerus kekayaan tradisi dan kebudayaan lokal. Eksistensi pesantren harus terus dijaga dan dirawat, sebagaimana kita merawat kekayaan tradisi dan kebudayaan Nasional,” demikian dalam rilis yang diterima NU Online.

Para santri dan alumni Pesantren Babakan menilai rencana pemerintah membangun mega proyek tol Cikopo-Palimanan yang akan melewati Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon merupakan bentuk penghancuran dan penggusuran terhadap tradisi dan budaya pesantren, mematikan dan membunuh pendidikan Islam.

Seperti disuarakan sebelumnya, mereka menuntut proyek jalan tol Cikopo-Palimanan yang melintasi pesantren babakan ciwaringin segera dipindah. Mereka menuntut pihak PU segera menghentikan aktivitas pekerjaan jalan tol di kabupaten cirebon dan sekitarnya sebelum adanya kepastian pemindahan trase.

Setelah menggelar aksi di depan kantor depag, mereka berangkat ke Departemen PU. Para santri dan alumni tiba di sana pada pukul 01.15 WIB dan langsung melakukan orasi. Namun aksi berlangsung hanya sekitar 20 menit karena mereka dibubarkan secara paksa oleh petugas keamanan dengan alasan tidak mengantongi izin. (muslimdaily.net/dkr/nuol)


Tweet

Top View

  • Foto Kekejian Tentara Amerika di Irak Beredar
  • Umar Media Rilis Video Eksekusi 15 Tentara ...
  • Pengkhianat Al Qaidah Irak Ditembak Mati
  • Aktivis Afghanistan: Kemenangan Taliban Lebih ...
  • Narapidana di Penjara Inggris Berbondong-bondong ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Bedah Buku Kritik dan Koreksi Deradikalisasi BNPT ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom

Latest Post

  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Toko Daging Halal Tumbuh di Kanada
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Khawatir Serangan Balasan dari Abu Sayyaf, Militer ...
  • Kelompok 'Teror Big Ben' Bisa Bebas Kurang dari ...
  • Kuwait Selenggarakan Pemilu Parlemen
  • Kubah atau Tanpa Kubah, Muslim Eksplorasi Desain ...
  • Kepala Babi Ditemukan Lagi di Depan Masjid
  • Korupsi Haram, Pelaku Korupsi Memprihatinkan

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed