Serangan-serangan akhir-akhir ini di wilayah Kaukasus dan statemen dari amir Imarah Kaukasus terakhir mengindikasikan jika Jihad di bumi tersebut masih membara, dalam perang generasi kedua di Checnya. Padahal Moskow sekitar satu bulan yang lalu mengklaim bahwa "pemberontakan" sudah resmi dikalahkan.
Pada 25 April 2009, amir dari Imarah Kaukasus, Dokku Umarov memberikan respon atas klaim Moskow bahwa perlawanan para teroris telah dikalahkan dan perang telah berakhir. Dalam video yang dirilis Imarah Kaukasus tersebut, Dokku Umarov mengatakan kebalikan dari klaim Moskow dan bahwa "perlawanan" masih dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya di 2006, 2007 dan 2008.
"Allah menolong kami, sementara itu untuk mengembalikan Jamaah kembali di Kaukasus.... Saya mempertimbangkan bahwa kemenangan utama kita adalah untuk mengembalikan Jamaah Riyadus Shalihin, jamaah dari saudara tercinta kami asy syahid Shamil Basayev" lanjut amir Dokku.
Brigade Riyadus Shalihin pada saat itu di komdandoi oleh seorang komandan hebat Shamil Basayev. Brigade tersebut kerap membawakan serangan Istyshad paling mematikan di wilayah Kaukasus dan Rusia, termasuk serangan terhadap sekolah di Beslan, penhanduran pesawat komersial dan penyanderaan di teater Moskow.
"Setelah Jamaah ini kembali, jamaah ini membawa dua kesuksesan operasi : pertama adalah operasi yang dilakukan di wilayah Vedeno... dan operasi lain yang juga dilakukan oleh para Mujahid kami di wilayah Rusia di kota Vladikavkaz", lanjut Dokku Umarov.
Serangan pertama yang di katakan amir Dokku tersebut adalah serangan bom syahid pada bulan Agustus 2008 di sebuah basis militer di wilayah Vedeno, Checnya, serangan menimpa batalion Yug, sebuah unit keamanan Kemenetrian Dalam Negeri. Serangan kedua juga merupakan bom syahid, kali ini dilakukan oleh mujahidah asal Checnya di Vladikavkaz, di ibukota Ossetia Utara pada bulan November 2008 , dan menewaskan 12 orang. Brigade Riyadus Shalihin mengklim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Brigade yang ditinggal syahid oleh komandan mereka Abdullah Shamil Basayev alias Abu Idris pada tahun 2006.
Amir Dokku juga mengatakan jika Riyadus Shalihin akan terus melakukan serangan diseluruh penjuru Rusia dan mengatakan jika tahun ini sebagai "tahun ofensif". Beliau juga mengatakan, siapa saja yang memerangi Muslim, maka mereka akan dimusnahkan, seperti orang-orang Rusia, maka Imarah Kaukasus mempunyai hak untuk memusnahkan orang-orang RUsia.
Beliau juga mengatakan jika semua Mujahid yang berada di propinsi Ossetia saat ini berada di bawah perintah Jamaah Inghusetia pimpinan Amir Magas. [muslimdaily.net/lwj]
