Kandahar - Serangan terakhir Mujahidin dilakukan di gedung dewan propinsi terbesar di Afghanistan selatan, sebanyak sembilan orang tewas, serangan ini menggunakan bom mobil, serbuan senapan dan rompi peledak, kata pejabat propinsi.
Serangan itu menegaskan taktik baru yang digunakan Mujahidin Afghan, yaitu melaksanakan serangan multidireksi terhadap pegawai pemerintahan. Serangan ini mengingatkan pada serangan di Kabul Februari lalu, dimana Mujahidin menyerang tiga gedung pemerintahan dan menewaskan 20 pegawai pemerintahan.
Mujahidin tidak menggunakan bom pinggir jalan saja akhir-kahir ini, namun mereka mendatangi gedung-gedung pemerintah dan melaksanakan aksi di tempat-tempat tersebut.
Serangan dimulai dengan ledakan bom mobil diluar kantor dewan propinsi. Kemudian tiga penyerang menggunakan rompi peledak dan membawa senapan AK-47 mulai menembaki gedung itu, kata Zemeri Bashary jubir Menteri Dalam Negeri. Salah satu dari ketiga penyerang tersebut kemudian meledakkan dirinya dan menewaskan sembilan orang.
Sementara itu di perbatasan Pakistan, serangan udara pesawat tak berawak milik Amerika menewaskan 12 penduduk dan melukai beberapa lainnya, kata seorang pejabat.
Serangan udara ini dilakukan sehari setelah Baitullah Mehsud sang pemimpin Taliban Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan di akademi polisi timur Lahore.[muslimdaily.net/fais/ap]
