• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Lokal » Detail
Din Syamsudin ke Vatikan Hadiri Dialog Islam-Katolik
Diposting Selasa, 04-11-2008 | 00:01:02 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin akan menghadiri dialog Islam-Katolik pertama dalam sejarah yang berlangsung di Vatikan pada 4-6 November 2008 dan diikuti oleh 25 tokoh dari kedua agama itu.

Delegasi Katolik dipimpin langsung oleh Kardinal Jean-Louis Tauran, Presiden Poontifical Council for Interreligious Dialogue, Vatikan, dan sejumlah uskup agung, uskup dan cendekiawan Katolik dari berbagai negara.

Delegasi Islam dipimpin Mufti Bosnia Syaikh Mustafa Ceric diikuti sejumlah ulama dan cendekiawan Muslim dari beberapa negara diantaranya wakil Indonesia, Din Syamsuddin, di mana pada hari terakhir, delegasi Islam ini akan diterima Paus Benediktus XVI.

Forum dialog antara dua agama pertama ini akan membahas pandangan kedua agama tentang Tuhan dan masalah-masalah kemanusiaan, seperti cinta sesama manusia, harkat manusia dan keadilan, peran kedua umat beragama dalam menanggulangi semua masalah umat manusia.

Din menyebut forum ini sangat penting dan mengandung nilai historis karena membahas isu-isu kemanusiaan dengan pendekatan teologis. "Berbeda dengan dialog antar agama selama ini, dialog ini mengedepankan pendekatan teologis. Hal yang selama ini sering dihindari karena perbedaan kedua agama ini terletak pada persoalan teologis menyangkut konsep ketuhanan yang kemudian membuat identitas keagamaan keduanya berbeda," papar Din.

Menurut dia, memang terdapat perbedaan mendasar di antara kedua agama, tapi harus diakui ada pula banyak persamaan dalam keduanya sehingga ada pemikiran agar perbedaan itu bisa didekati sekaligus mengembangkan persamaan diantara keduanya.

Caranya, kedua umat perlu menemukan "landasan bersama" (kalimatun sawa) berupa nilai-nilai etika yang sama dari kedua agama untuk diaktualisasikan dalam menghadapi "musuh bersama" (aduwun sawa).

"Musuh bersama yang dimaksud bukan sesama manusia yang kebetulan berada di lingkaran seberang agama kita, tapi pada masalah kemanusiaan, seperti kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kerusakan lingkungan dan ketidakadilan," demikian Din. (fkr/one)


Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed