Artikel ini dikutip dari tulisan Robert Lambert di situs AlJazeera, ia adalah wakil direktur European Muslim Research Centre.
Ada perdebatan sengit yang terjadi di media Inggris antara komentator sayap kiri dan kanan atas penyebab kerusuhan di Inggris, dimana ratusan toko-toko dan ritel bisnis telah dijarah. Namun kedua pihak setuju bahwa penjarahan itu tidak bisa dimaafkan. Saya berharap kedua belah pihak juga akan setuju dengan saya bahwa umat Islam telah memainkan peran penting dalam membantu untuk mengatasi penjarahan dan melestarikan keselamatan publik. Ini akan menjadi pengakuan penting, terutama dari para kalangan komentator Islamophobia yang merendahkan Muslim.
"Ketika dituduh terorisme kami disebut Muslim, namun ketika kami dibunuh oleh para penjarah, kami hanya disebut orang Asia," kata seorang mahasiswa menjelaskan kepada saya. Mahasiswa ini mengomentari laporan kematian tiga pemuda Muslim di Birmingham pada Selasa malam yang telah lalu. Seperti Muslim lainnya, mereka berani mempertahankan toko dari masyarakat perusuh yang mengamuk dan melakukan penjarahan.
Dalam beberapa hari terakhir para Muslim London, Muslim dari Birmingham dan Muslim di kota-kota sekitar Inggris telah berada di garis depan dalam melindungi bisnis kecil mereka dan masyarakat yang rentan dari penjarahan.
Setelah bekerja sama dengan para Muslim di London, pertama sebagai seorang polisi dan kemudian sebagai peneliti. Selama sepuluh tahun terakhir ini, keberanian mereka sangat dipuji, dan ini tidak mengejutkan bagi saya. Mereka (Muslim) adalah contoh warga yang luar biasa yang menjalankan tugasnya melindungi tetangga. Terutama setelah sekian banyak media Inggris, selalu mencetak berita negatif tentang Muslim, sekecil apapun. [muslimdaily.net]
Berita Terkait:
Tiga Muslim Terbunuh Dalam Kerusuhan di Inggris
