Jika AS Serang Suriah, Rusia Siap Membela

WASHINGTON, muslimdaily.net – Presiden Trump dan penasihatnya pada hari Selasa mengancam akan menyerang Suriah karena adanya penggunaan senjata kimia dalam perang di Suriah yang digunakan oleh rezim Bashar Assad, demikain laporanĀ  nytimes.com.

Moskow dan Washington berdebat panas di Perserikatan Bangsa-Bangsa soal penggunaan senjata kimia di Suriah. AS dan para sekutunya mempertimbangkan untuk menyerang Suriah sebagai respons atas serangan gas racun itu.

Setidaknya 60 orang tewas akibat serangan senjata kimia yang terjadi di Douma, kata para petugas bantuan kemanusiaan Suriah. Sekitar 500 orang yang dirawat di rumah sakit pun menunjukkan gejala-gejala terpapar zat kimia beracun, kata WHO.

Pemerintah Suriah dan Rusia menyatakan laporan itu palsu. Kremlin berharap semua pihak yang terlibat di Suriah bisa menghindari tidakan mengganggu stabilitas kawasan.

Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasypkin, mengatakan setiap peluru kendali (rudal) Amerika Serikat yang ditembakkan ke Suriah akan ditembak jatuh. Lokasi peluncuran rudal pun akan jadi target militer Moskow.

Respons yang dijelaskan diplomat Moskow ini berpotensi memicu eskalasi besar dalam perang Suriah.

Dubes Zasypkin, dalam komentar yang disiarkan televisi Lebanon Selasa malam, mengatakan bahwa argumennya mengacu pada pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin dan kepala staf angkatan bersenjata Rusia, demikian lansir sindonews.com.

Rusia saat ini menjadi sekutu paling kuat rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: