Sebuah iklan kampanye di Amerika Serikat yang dibiayai pemerintah Israel telah membuat banyak warga Yahudi Amerika merasa dihina. Iklan itu dibuat untuk mendorong orang-orang Yahudi Israel kembali ke akar mereka.
Ada tiga iklan yang ditayangkan di Amerika yang dibiayai oleh pemerintah Israel, dan dianggap membuat sakit hati warga Yahudi Amerika.
Salah satu iklan itu menyindir bahwa Yahudi Amerika lebih mengakui Natal sebagai hari raya, katimbang hari Hanukkah Yahudi. Hal ini membuat banyak Yahudi di Israel marah, karena menganggap Yahudi Amerika mulai meninggalkan akar mereka.
Sementara iklan lainnya menampilkan seorang balita Amerika memanggil-manggil ayahnya yang sedang tidur siang, namun si balita tidak digubris ayahnya sampai balita itu mengganti panggilan ayahnya dengan bahasa Ibrani. Iklan ini dianggap menghina Yahudi Amerika yang berpendapat bahwa identitas Yahudi Israel lebih murni daripada identitas Yahudi Amerika.
Iklan-iklan tersebut dimaksudkan untuk mendorong warga Yahudi Amerika agar kembali pulang ke Israel. Padahal menurut laporan kantor berita Rusia RT.com, warga Yahudi Amerika sudah lama merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah Tel Aviv khususnya terhadap masalah Gaza dan pendudukan Palestina yang tidak pernah mencapai kesepakatan. Hal ini membuat orang-orang Yahudi Amerika merasa semakin terasing dari Israel.
Yang terjadi dalam lima tahun terakhir adalah, ketika Israel meminta loyalitas penganut Yahudi Amerika untuk kembali ke Israel. Namun jumlah orang yang memilih meninggalkan Israel justru lebih banyak daripada yang ingin pulang dan tinggal di Israel. [muslimdaily.net/rt]
Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan Buatan Israel
Diposting Sabtu, 04-02-2012 | 06:09:09 WIB
Diposting Sabtu, 04-02-2012 | 06:09:09 WIB
