Ini merupakan jumlah korban tewas terbanyak dari pihak tentara Israel dalam satu bentrokan, dalam waktu tiga tahun belakangan. Empat Mujahidin Hamas Palestina juga syahid (insya Allah) dalam serbuan Israel ini.
Bentrokan pecah di dekat terminal perbatasan Nahal Oz, di timur Kota Gaza, ketika tentara Israel yang didukung helikopter menyerbu Gaza. Terminal ini menjadi ajang pertempuran pekan lalu, yang menyebabkan dua warga Israel tewas ketika sekelompok Mujahidin Hamas menyerang fasilitas tersebut.
Setelah bentrokan itu Israel memutus pasokan bahan bakar melalui terminal Nahal Oz ke Jalu Gaza. Pertempuran terbaru pecah pada hari pengiriman bahan bakar dijadwalkan berlanjut lagi.
'Penyergapan'

Seorang jurubicara militer Israel mengatakan; "Tiga tentara terbunuh dan tiga terluka dalam baku tembak dengan orang-orang bersenjata yang mendekati pagar keamanan di selatan Nahal Oz.
Jurubicara sayap militer Hamas mengatakan, bentrokan itu bagian dari "penyergapan canggih". Kelompok Mujahidin itu menjanjikan bahwa Israel akan membayar dengan "harga mahal" jika melancarkan serbuan lagi ke Gaza.
Militer Israel mengatakan, serbuan ke Gaza itu mentargetkan pada para Mujahidin Palestina yang melancarkan serangan roket lintas perbatasan.
Petugas medis Palestina mengatakan, dua warga sipil Palestina terluka ketika rumah mereka dihantam peluru tank. Militer Israel belum mengomentari kejadian ini.
Mesir telah mencoba menjadi perantara untuk mengadakan gencatan senjata antara Hamas dan Israel, tapi tidak membuahkan hasil.
Pada hari Selasa, para pejabat Palestina mengatakan, pasukan Israel yang menerobos ke Gaza menghancurkan hamparan lahan pertanian, dan merusak pohon zaitun dan pohon buah-buahan.
Pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal mengatakan, akan terjadi ledakan besar jika blokade Israel dan Mesir tidak dicabut. Hamas menguasai Jalur Gaza setelah berhasil mengalahkan pasukan partai Fatah yang dipimpin Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas bulan Juni tahun lalu. (fkr/bbc)
