Kematian tragis yang menimpa setidaknya delapan anak-anak Palestina dan guru mereka disambut oleh komentar kebencian pada halaman Faecook resmi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan "lega" bahwa "hanya orang Palestina" yang tewas dalam kecelakaan bus sekolah di dekat Al-Quds (Yerusalem).
"Kematian bagi orang Arab, mengapa kita (perlu) membantu mereka?" komentar yang diposting pada halaman Facebook Netanyahu, Walla (situs berita Israel) dan Kepolisian Israel, Haaretz melaporkan pada hari Jumat, 17 Februari.
Komentar lain menyatakan kepuasan bahwa "orang Palestina saja" yang menjadi korban.
Sedikitnya delapan anak-anak Palestina dan seorang guru mereka tewas Kamis, 16 Februari, ketika sebuah truk tergelincir di jalan basah di Tepi Barat dan bertabrakan dengan sebuah bus sekolah.
"Ada sekitar delapan sampai 10 anak-anak Palestina meninggal dan lebih dari 30 cedera," juru bicara polisi Israel Luba Samri kepada Agence France Presse (AFP) pada Jumat.
Pejabat medis di rumah sakit utama di kota Ramallah, Tepi Barat mengatakan seorang guru menjadi salah korban yang meninggal dan banyak anak-anak usia TK - antara empat dan enam tahun yang menjadi korban. Puluhan lainnya berada dalam kondisi kritis.
Komentar lainnya termasuk "Bisakah kita mengirim truk lain?" dan "Aku akan mengirim dua trailer untuk menghapus semua rasa seram" setelah kecelakaan terjadi.
Meskipun Netanyahu menyatakan kesedihan atas kecelakaan dalam komentar resminya, para pembantunya tidak menghapus komentar rasis dari halaman Facebook atau malah mencela mereka.
"Tenang, itu anak-anak Palestina," tulis seseorang di halaman Facebook Walla itu. Lainnya menulis "teroris Besar Berkurang" dan "Semoga ada bus tersebut setiap hari."
Komentar serupa yang diposting di halaman Facebook polisi, termasuk "Ketika mereka dewasa mereka akan menjadi teroris .... Allah menggigit mereka sejak awal."
Pembantu Netanyahu menolak memberikan komentar. Editor situs Walla Gadi Lahav mengatakan "kami memantau halaman setiap beberapa menit dan menghapus komentar yang tidak layak seperti ini."
Presiden Palestina Mahmud Abbas menyatakan tiga hari berkabung nasional dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengirim ucapan belasungkawa dan menawarkan bantuan.
"Bendera akan terbang setengah tiang di semua lembaga," kata Abbas dalam pengumuman yang disiarkan televisi.
[muslimdaily.net/onislam]
Netanyahu Ejek Kecelakaan Bus Anak-anak Palestina di Facebook
Diposting Sabtu, 18-02-2012 | 05:32:42 WIB
Diposting Sabtu, 18-02-2012 | 05:32:42 WIB
