Menghadapi penentangan yang cukup banyak mengenai keberadaan menara atau kubah masjid, Muslim Amerika sedang mengeksplorasi konsep-konsep baru untuk merancang tempat ibadah mereka.
"Saya tidak berpikir identitas harus didasarkan pada simbol saja," kata Haris Tarin, direktur dari Muslim Public Affairs Council, di Washington DC kepada BBC, Kamis, 2 Februari.
"Identitas harus didasarkan pada kenyataan bahwa Anda adalah bagian dari masyarakat, bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada Anda."
Dalam era setalah 11 September, membangun masjid telah menjadi rencana yang sulit di Amerika Serikat. Beberapa proyek untuk membangun masjid telah menghadapi penduduk lokal.
Di Manhattan, sebuah proyek untuk membangun sebuah pusat Islam di dekat Ground Zero telah berubah menjadi perdebatan nasional.
Penentangan ini telah mendorong Muslim Amerika untuk mencari cara baru untuk merancang masjid mereka.
Bangunan kubah dan menara masjid telah menjadi bagian integral dari arsitektur masjid di seluruh dunia.
Misalnya, Islamic Center Nasional di Washington, yang dibangun pada tahun 1950, memiliki menara yang menjulang tinggi. Namun untuk membangun semacam itu lagi setelah peristiwa 11 September, menjadi sebuah hal yang sangat sulit.
"Ini adalah waktu yang buruk untuk arsitektur Islam," kata Akbar Ahmed, seorang profesor Studi Islam di American University di Washington DC.
Melayani Masyarakat
Pemimpin Muslim menggarisbawahi pentingnya memiliki masjid untuk melayani masyarakat, daripada harus menonjolkan pembangunan kubah dan menara saja.
"Anda dapat memiliki kubah megah dan menara besar, tetapi jika tidak benar-benar memenuhi tujuan (masjid), jika hanya memiliki ruang untuk sholat dan tidak ada yang lain lagi, maka Anda tidak benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Tarin , yang menjad pendiri Ihsan Center di San Fernando Valley, California.
"Itu sebabnya, jujur banyak profesional muda dan banyak orang muda tidak merasa nyaman pergi ke masjid."
Seorang arsitek, Maryam Eskandari, mantan direktur American Institute of Architects, setuju akan hal ini.
"Kabah sendiri tidak memiliki kubah, tidak memiliki menara - yang dibangun di kemudian hari," ujarnya mengenai kiblat umat muslim tersebut.
Dia mengutip kasus Masjid Manhattan, yang perencana menolak untuk membangun kubah dan menara, mengatakan bahwa umat Islam di daerah itu menginginkan masjid yang pencakar langit.
"Begitulah cara mereka berhubungan dengan konsep keagamaan yang tak terbatas, melalui bentuk-bentuk geometris," katanya.
[muslimdaily.net/onislam]
Kubah atau Tanpa Kubah, Muslim Eksplorasi Desain Masjid
Diposting Jum'at, 03-02-2012 | 09:04:54 WIB
Diposting Jum'at, 03-02-2012 | 09:04:54 WIB
