Mulai Jum'at kemarin, militer Filipina meningkatkan keamanan untuk mengantisipasi serangan balasan dari pejuang Islam Moro, setelah serangan udara militer membunuh 15 orang yang diduga anggota Al Qaidah, kata para pejabat seperti dilansir ABC-CBN News.
Militer Filipina mengklaim, diantara mereka yang terbunuh dalam serangan pagi buta di sebuah kamp di pulau Sulu pada hari Kamis, sedikitnya dua orang anggota Jamaah Islamiyah (JI).
Serangan udara di pulau Sulu sudah direncanakan militer Filipina setelah mereka mendapat laporan bahwa ada 30 anggota Al Qaidah termasuk JI, telah tiba disana pada bulan Desember.
"Kami telah siap untuk setiap kemungkinan serangan balasan," kata Mayor Jenderal Noel Coballes, kepala tentara Mindanao Barat kepada wartawan Jum'at kemarin.
"Kami telah menyiagakan unit kami," katanya.
Pihak militer Filipina mengklaim, pada hari Kamis telah membunuh seorang ahli pembuat bom Malaysia, Zulkifli bin Hir alias Marwan dan seorang warga Singapura Muhammad bin Abdul Rahman alias Muawiyah. Keduanya diidentifikasi pemerintah Filipina sebagai bagian dari JI dan manta anggota militer Singapura dengan pangkat mayor. Sebelumnya Amerika Serikat sudah menempatkan kedua orang tersebut dalam daftar buronan dengan hadiah 50.000 dolar Amerika sebagai imbalan.
Seorang lain yang terbunuh dalam serangan udara Kamis kemarin adalah Gumbahali Jumdail atau dr Abu, dari kelompok Abu Sayyaf, kata militer Filipina.
Pihak militer sendiri tetap percaya bahwa mereka telah tewas, meski jenazah ketiganya tidak ditemukan di lokasi serangan karena telah dipindahkan oleh pejuang lainnya usai serangan terjadi. [muslimdaily.net]
Khawatir Serangan Balasan dari Abu Sayyaf, Militer Filipina Tingkatkan Keamanan
Diposting Sabtu, 04-02-2012 | 06:08:59 WIB
Diposting Sabtu, 04-02-2012 | 06:08:59 WIB
