
Sekelompok pria Muslim Inggris yang ditahan atas tuduhan akan melakukan serangan "gaya-Mumbai" di London, kemungkinan bisa bebas dalam waktu kurang dari enam tahun. Ini setelah mereka meminta permohonan pengurahan penahanan.
Keempat pria Muslim itu dituding akan melakukan serangan Natal dengan target gedung Bursa Efek, Menara Big Ben, Westminster Abbey, Istana Wesminster dan London Eye.
Mereka dan lima pria lainnya sudah menjalani lima bulan persidangan di Pengadilan Woolwich Crown, dan sebenarnya dapat dituntut hukuman 20 tahun penjara.
Tetapi dalam sidang terakhir selama 11 jam kemarin, mereka memutuskan untuk mengaku bersalah, setelah hakim menyatakan mereka bisa menerima hukuman lebih rendah jika mau mengakui perbuatannya.
Pengadilan Crown sendiri juga berupaya agar mereka tidak ditahan dalam waktu yang lama, karena hal itu berarti membutuhkan biaya sangat besar, melebihi 2 juta pounds untuk biaya sidang dan pengamanan ekstra dan biaya hidup di penjara.
Dalam persidangan, Hakim Wilkie menjatuhkan hukuman 13,5 tahun kepada pemimpin kelompok itu, Muhammad Chowdhury 21, dan menjatuhkan hukuman 12 tahun kepada Shah Rahman 28.
Sementara itu, karena mereka mau mengakui perbuatannya, kedua terpidana itu bisa menjalani setengah saja dari masa hukumannya. Dalam waktu lima tahun mereka bisa dibebaskan.
Para pria ini ditangkap pada 20 Desember 2010, empat hari sebelum mereka berencana menanam bom di toilet Bursa Efek London.
Dalam semua perencanaan dan pembicaraan kelompok ini, ternyata sudah disadap oleh pihak kepolisian, termasuk rencana mereka membeli senjata AK-47. Seluruh bukti pembicaraan tadi, dijadikan barang bukti di persidangan. [muslimdaily.net/dailymail]
Kelompok 'Teror Big Ben' Bisa Bebas Kurang dari Enam Tahun
Diposting Jum'at, 03-02-2012 | 10:08:49 WIB
Diposting Jum'at, 03-02-2012 | 10:08:49 WIB
