Pemerintah AS mendanai dan mendukung beberapa kelompok perlawanan, termasuk PJAK (PArtai Pembebasan Kurdistan) dan PKK (partai buruh kurdistan).
"Para analis mengatakan kelompok anti Iran sedang berusaha meminta dana ke AS.", tulis koran Los Angeles Times, Selasa kemarin. "Mereka mengatakan akan sangat mnegejutkan jika kelompok tersebut tidak menerima dana dari AS, strateginya mungkin tak akan berjalan." Tambah koran laris ini.
Kedua kelompok itu, disinyalir memberikan kerjasama dalam upaya sabotase di Iran.
Diartikel tersebut, LA times mengutip keterangan salah seorang mantan komandan PKK, Mamand Rozhe.
Mamand mengatakan pada sekitar sejumlah pejabat militer AS pernah mengunjungi kamp mereka di Irak utara beberapa waktu setelah invasi Irak tahun 2003.
Masih menurut LA times, pihak pemerintahan AS menyangkal telah memberikan bantuan pada PJAK.
Seorang pengamat militer AS, John Pike mengatakan dalam sebuah situs, globalsecurity.org,sebuah situs yang membahas masalah intelegen dan keamanan, bahwa hal itu merupakan suatu kepastian bahwa Amerika membantu gerilyawan Kurdi. rmd/prstv
