• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Stress Berat, Ex Prajurit AS 'Bersumpah untuk Bunuh Obama'
Diposting Rabu, 08-09-2010 | 17:02:32 WIB
Seorang mantan tentara Amerika didakwa berencana membunuh Presiden AS Barack Obama dan mantan presiden Bill Clinton, ungkap pejabat AS.

Dakwaan itu diumumkan pada hari Selasa setelah polisi menangkap Robert Anthony Quinones dalam situasi penyanderaan di sebuah pangkalan militer di negara bagian Georgia.
,
Insiden itu dimulai di sekitar pukul 4 pagi hari Senin ketika mantan teknisi Angkatan Darat tersebut memasuki Winn Community Rumah Sakit di Fort Stewart, sekitar 45 mil dari Savannah, Georgia dan menuntut perawatan kesehatan mental.

Menurut Biro Investigasi Federal (FBI), pria 29 tahun kemudian mengambil satu orang sebagai sandera dan menahan dua orang lain di bawah todongan senjata selama dua jam.

Quinones akhirnya menyerah dan ditahan untuk dimintai keterangan. Tidak ada yang terluka dalam peristiwa tersebut.

Selama interogasi, mantan tentara AS tersebut "mengungkapkan rencananya, persiapan dan niat untuk membunuh Presiden Obama dan mantan presiden Clinton."

Ketika ditanya apakah ia akan membunuh Obama atau Clinton jika diberi kesempatan, Quinones berkata, "Ya. Pada skala 1 sampai 10 tentang serius, Saya mencapai 10."

Dalam penyelidikan di rumahnya juga menghasilkan penemuan 11 senjata laras panjang, empat pistol, beberapa butir amunisi dan lusinan bayonet dan pisau.

Menurut keluarga dan teman-temannya, Quinones, yang telah2 kali bertugas di Irak, menderita gangguan stres pasca perang.

Hal ini diyakini bahwa mantan prajurit tersebut mungkin tidak menerima perlakuan individu yang cukup setelah kembali dari Irak. Akibatnya, karena alasan medis di keluar dari Angkatan Darat pada bulan Februari.

Tersangka dijadwalkan untuk muncul memberikan keterangan di pengadilan du Savannah pada hari Rabu, FBI mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dia menghadapi tuduhan menyerang petugas federal, penculikan dan mengancam para pejabat tinggi negara.

[muslimdaily.net/ptv]


Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed